hero
(ANTARA)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

11 Agustus 2019, 07:00 WIB

ARAB SAUDI

Haji merupakan ziarah Islam terbesar di dunia, jutaan orang, baik pria, wanita dan anak-anak akan berkumpul untuk menghormati Nabi Ibrahim AS dan istri keduanya, Hajar.

Kisah Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan Allah SWT untuk meninggalkan Hajar dan bayinya Nabi Ismail AS menjadi awal mula keberadaan Baitullah. Setelah bertahun-tahun kemudian Nabi Ibrahim AS kembali mengunjungi anaknya, Nabi Ismail AS yang saat itu sudah dewasa.

Dalam Al-Quran diceritakan bahwa Allah SWT memerintahkan mereka untuk membangun sebuah bangunan kubus. bersama-sama mereka membangun, Nabi Ismail AS yang membawa batu, sedangkan Nabi Ibrahim AS yang membangun dan memasangnya hingga tinggi.

Banguna Ka'bah saat ini, Mekkah, Arab Saudi. (ANTARA)

Akhirnya, pembangunan Baitullah selesai. Tentu Ka’bah yang dibangun oleh nabi Ibrahim itu tidak seperti sekarang, karena belum beratap, tidak ada kiswah (penutup) maupun aksesoris-aksesoris yang menghiasi Ka’bah.

Namun saat ini seperti yang kita tahu, Ka’bah berdiri di halaman Masjid Agung di Mekah, terbungkus kain hitam dengan ayat Al-Quran yang bersulam emas. Seluruh umat Muslim di seluruh dunia melakukan salat ke arah Ka’bah setiap hari. Pada saat menunaikan ibadah haji dan umroh, seluruh pria mengenakan ihram atau dua potongan kain putih dan pakaian putih tertutup untuk wanita.

Ka'bah terbungkus kain hitam dengan ayat Al-Quran yang bersulam emas, Mekkah, Arab Saudi. (PIXABAY)

Jemaah haji yang berada di tanah suci melakukan sebuah ritual berupa ziarah. Berjalan tanpa alas kaki mengikuti jejak Nabi Ibrahim AS, mengelilingi Ka’bah 7 kali sambil berdoa memohon  ampun serta berjalan bolak-balik antara bukit-bukit Al-Safa dan Al-Marwah, minuman dari Sumur Zamzam, sampai ke dataran Gunung Arafah untuk berjaga-jaga.

Kemudian menghabiskan satu malam di dataran Muzdalifah, dan melakukan rajam simbolis iblis dengan melemparkan batu ke tiga pilar. Selanjutnya mencukur gundul atau memendekkan rambut, menyembelih hewan kurban, dan melakukan amalan-amalan lainnya.

Pada hari Sabtu semua haji berangkat ke daratan Arafah, di sinilah Nabi Muhammad SAW memberikan khotbah perpisahan ketika ia melakukan haji. Di sana, jemaah haji mengangkat tangan dan berdoa, mengingat pesan nabi yang di sampaikan kepada orang-orang Arab di abad ketujuh:

“Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan, Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu lagi dengan kamu semua selepas tahun ini. Oleh itu, dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikanlah ia kepada orang-orang yang tidak dapat hadir di sini pada hari ini.”

“Wahai manusia sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci, anggaplah jiwa dan harta setiap orang Muslim sebagai amanah suci. Kembalikan harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti siapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahwa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan kamu dan Dia pasti membuat perhitungan di atas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu, segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.”

“Berwaspada terhadap syaitan demi keselamatan agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jgalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.”

“Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak ke atas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka atas kamu, maka mereka juga berhak diberikan makan dan pakaian, dalam suasana kasih sayang. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah-lembutlah terhadap mereka karena sesunggunya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu atas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak sukai ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.”

“Wahai manusia dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah dirikanlah solat lima waktu, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ibadah haji sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap Muslim adalah saudara kepada Muslim yang lain. Kamu semua adalah sama, tidak seorang pun yang lebih mulia dari yang lainnya kecuali dalam Taqwa dan beramal soleh.”

“Ingatlah bahwa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas apa yang telah kamu kerjakan. Oleh itu, awasilah agar jangan sekali-kali kamu keluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.”

“Wahai manusia tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan datang selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dah fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, niscaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Qur’an dan Sunnahku.”

“Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapakanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahawasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba-Mu.”

Jutaan jemaah haji di tanah suci, Arab Saudi. (PIXABAY)

Itu adalah pesan nabi Muhammad SAW saat berada di Arafah. Merupakan pesan terpenting dan harus diingat oleh seluruh umat muslim, Nabi Muhammad SAW ingin umatnya mendukung gender dan kesetaraan ras, menghormati orang tua, dan memberi penghormatan kepada para pendiri Mekah serta merangkul persaudaraan antar agama selain Islam.

Salah satu tujuan pergi haji adalah untuk menjalankan perintah Allah dan mengingat pesan Nabi Muhammad SAW, tetapi banyak yang telah melupakan pesan tersebut. Pesan itu hilang ketika para jemaah kembali ke rumah masing-masing. Saya (penulis) berdoa agar mereka membawa pesan ketika  berhaji, mengamalkannya, dan menjalaninya. Hanya dengan demikian seseorang dapat menyebut dirinya haji sejati.

WSJ| DISADUR KEMBALI DARI TULISAN REHMAN, PENULIS: THREADING MY PRAYER RUG: ONE WOMAN’S JOURNEY FROM PAKISTANI MUSLIM TO AMERICAN MUSLIM” (ARCADE, 2016)

6

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments