hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

5 Agustus 2019, 18:39 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kamu tahu enggak hotel apa yang dibangun pertama kali di Indonesia? Jawabannya adalah Hotel Indonesia! Hotel ini diresmikan langsung oleh Presiden Soekarno pada 5 Agustus 1962. Karena kepengurusannya kini dikelola oleh pihak Kempinski, namanya pun menyesuaikan menjadi Hotel Indonesia Kempinski.

Hotel yang sudah berdiri selama 57 tahun ini dikenal selalu mengedepankan budaya Indonesia. Kamu bisa melihatnya langsung dari desain interior, makanan, bahkan seragam pegawainya. Tidak kalah menarik event yang digelar juga selalu penuh dengan nuansa budaya Indonesia. Seperti perayaan ulang tahun ke-57 tahun ini. Bekerja sama dengan tiga museum, Hotel Indonesia Kempinski menggelar “Kala: Capturing Indonesian Artistry”.

Para pramuniaga hotel yang siap melayani dengan seragam Jawa. (NET/ Bandha Prasetyo)

Kala diambil dari Bahasa Sansekerta yang berarti pertunjukkan atau penampilan. Ternyata dalam budaya Indonesia ada 64 jenis pertunjukkan, bukan cuma pertunjukkan seni saja. Setiap hal punya “kala”-nya sendiri. Termasuk makanan dan juga fashion, keduanya punya seni pertunjukkan tersendiri. Berdasarkan filosofi inilah Hotel Indonesia Kempinski menggelar “Kala” pada 6-20 Agustus 2019.

Sjefke Jansen, General Manager Hotel Indonesia Kempinski mengatakan, “Sebagai hotel yang merupakan sebuah warisan budaya, kami sangat bangga mengadakan acara Kala, dimana kami menyajikan tamu kami dan juga khalayak untuk lebih dekat mengenal kekayaan seni pertunjukkan Indonesia dan pemahaman lebih mendalam terhadap warisan budaya dan sejarah bangsa.”

Konferensi pers ultah Hotel Indonesia ke-57. (NET/ Bandha Prasetyo)

Begitu datang ke Hotel Indonesia Kempinski kamu akan terkesima dengan penampilan lobi hotel yang disulap hingga tampil beda banget. Hotel Indonesia Kempinski bekerja sama dengan Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, dan Museum Tekstil menggelar pameran karya seni di lobi hotel. Beragam jenis wayang, topeng, dan kain batik berjejer sepanjang lobi. Enggak Cuma dipajang kok, di setiap kotak kamu bisa membaca penjelasan setiap karya seni. Jadi kamu bisa menambah pengetahuan kamu tentang karya seni yang dimiliki Indonesia.

Pameran karya seni di lobi hotel. (NET/ Bandha Prasetyo)

Selain pameran di lobi hotel, Hotel Indonesia Kempinski juga mengadakan beberapa rangkaian acara. Pertama yaitu “Tur Sejarah Hotel dan Tur Museum”, dan terbuka untuk umum loh! Jadi kamu juga bisa ikutan. Kamu akan diajak jalan-jalan berkeliling hotel yang pertama kali dibangun di Indonesia ini. Semua peninggalan sejarah masih tersimpan rapi di hotel ini. Bahkan gunting yang dipakai pertama kali oleh Presiden Soekarno saat meresmikan hotel ini masih ada.

Setelah berkeliling hotel, kamu akan diajak makan siang lalu dilanjutkan berkeliling museum di Jakarta. Kamu akan diajak berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, dan Museum Sejarah Jakarta. Tur dibuka setiap hari pada tanggal 6-20 Agustus 2019. Kamu bisa mengikuti tur dengan mendaftar di Hotel Indonesia Kempinski langsung. Sebaiknya kamu mendaftar sehari sebelum tur ya. Karena pesertanya terbatas, dan hanya bisa dilakukan setiap pukul 11.00 WIB. Setiap peserta tur akan dikenakan biaya Rp250.000 per orang.

Ritual minum teh ala Jawa Patehan di Hotel Indonesia Kempinski. (NET/ Bandha Prasetyo)

Buat pencinta kuliner Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski juga menggelar “Rasa – Sajian Hidangan Cita Rasa Otentik dan Tradisional”. Di acara ini, Hotel Indonesia Kempinski menyediakan berbagai makanan khas Indonesia seperti bakso malang, nasi gandul, bahkan angkringan! Bahkan di sini kamu bisa mengenal berbagai jenis minuman tradisional. Ada bajigur, bandrek, dan juga teh Kawista. Kalau kamu kamu mencobanya, tinggal datang saja ke Hotel Indonesia Kempinski. Kalau berniat datang bersama keluarga, jangan lupa reservasi dulu.

Sajian combro yang bisa kamu coba. (NET/ Bandha Prasetyo)

Pada 13 Agustus, Hotel Indonesia Kempinski juga akan menggelar Natya Vidya. Pertunjukkan wayang spesial dari para seniman Solo dibawah Wayang Suket Indonesia. Sayangnya pertunjukkan ini tidak dibuka untuk umum, hanya untuk undangan saja.

Lalu di hari terakhir akan ada pagelaran busana yang fantastis dari Sapto Djojokartiko. Seperti sudah kamu tahu, Sapto merupakan desainer ternama Indonesia yang terkenal dengan busananya yang Indonesia banget. Kali ini Sapto akan menampilkan busana yang terinspirasi dari pertunjukkan wayang kulit klasik.

Sapto Djojokartiko akan mengadakan pagelaran di rangakain Kala. (NET/ Bandha Prasetyo)

Sebagai warisan budaya sekaligus peninggalan bersejarah Indonesia, Hotel Indonesia Kempinski dan Sapto Djojokartiko merasa perlu mengenalkan kebudayaan Indonesia pada masyarakat luas. Terutama bagi generasi muda Indonesia. Yuk, kenalan dengan ragam budaya Indonesia ini. Jangan sampai kita dicap lebih mencintai budaya asing dibanding negeri sendiri.

NET.Z | HALIMAH TUSADIAH

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments