hero
(INSTAGRAM/ filosofikopi)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

3 Agustus 2019, 11:00 WIB

KOTA SEMARANG, INDONESIA

Ada kabar gembira bagi yang tertarik bekerja sebagai seorang barista. Karena Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia, menyelenggarakan fasilitasi sertifikasi profesi Barista di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/8/2019). 

Direktur Harmonisasi Regulasi dan Standardisasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Sabartua Tampubolon (kanan) bersama Anggota DPR Komisi X Yayuk Basuki (kedua kanan), Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang Mustohar (kedua kiri), dan Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kopi Indonesia Edy Panggabean (kiri), usai membuka kegiatan Fasilitasi Sertifikasi Profesi Barista, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/8/2019). (ANTARA)

Dalam kesempatan ini sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari. Yakni tanggal 2-3 Agustus 2019 di Grand Candi Hotel Semarang.

Para peserta mengikuti serangkaian uji kompetensi. Seperti menyiapkan dan menghidangkan minuman non alkohol, mengelola bahan baku, mengoperasikan peralatan, dan menangani pelanggan. Serta berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris, bekerjasama dengan kolega, pelanggan, sampai keselamatan kerja.

Tak hanya menyajikan kopi, seorang barista juga harus mampu mengelola bahan baku, mengoperasikan peralatan, dan menangani pelanggan. Serta berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris, bekerjasama dengan kolega, pelanggan, sampai keselamatan kerja. (ANTARA)

Kemudian, tahap selanjutanya adalah para peserta dinilai oleh tim asesor dari LSP Kopi Indonesia. Kegiatan sertifikasi profesi Barista dilaksanakan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Adapun syarat untuk bisa mengikuti uji kompetensi barista ini, minimal pendidikan setara SLTA, memiliki pengalaman di bidang kopi minimal selama 1 tahun, bisa menyertakan sertifikat penghargaan yang pernah diraih, dan memenuhi syarat administrasi.

Tak hanya menyajikan kopi, seorang barista juga harus mampu mengelola bahan baku, mengoperasikan peralatan, dan menangani pelanggan. Serta berkomunikasi secara lisan dalam bahasa Inggris, bekerjasama dengan kolega, pelanggan, sampai keselamatan kerja. (ANTARA)

Fasilitasi sertifikasi profesi Barista ini dilakukan untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, yang lebih kondusif bagi para pelaku ekonomi kreatif. Khususnya penggiat kopi Indonesia. Tak hanya itu, dengan adanya kegiatan ini diharapkan barista-barista Indonesia dapat meningkatkan daya saing baik di tingkat nasional, maupun internasional.

TIM LIPUTAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments