hero
(NET/ MUJEEB)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

23 Juli 2019, 14:31 WIB

TANGERANG, INDONESIA

Tak seperti anak-anak seusianya yang bisa merayakan hari anak nasional dengan suka cita bersama keluarga ataupun teman-teman di sekolah. Agung (12), bocah asal Tangerang, Banten justru harus menahan beratnya rasa rindu terhadap orang tua.

Sudah 4 tahun lamanya Agung tak pernah lagi bertatap muka dengan ayah dan ibunya. Pasalnya ia harus menjalani masa hukumannya di balik jeruji besi. Tepatnya di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak, Tangerang, Banten.

Agung divonis 4 tahun penjara lantaran terlibat peredaran narkoba. Selama itu pula ia tak pernah dibesuk oleh kedua orang tuanya. Lantaran sejak masih duduk di kelas 4 Sekolah Dasar, ia sudah tak lagi mendapat kasih sayang dari kedua orang tua.

Karena persoalan rumah tangga, kedua orang tuanya memilih untuk bercerai. Lalu Ayah dan Ibunya pun memutuskan meninggalkan Agung, bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi.

Agung kemudian diasuh oleh paman dan neneknya. Sejak saat itulah Agung tak pernah lagi merasakan kasih sayang dan perhatian orang tua, seperti anak-anak pada umunya.

Agung napi anak sedang berbincang dengan Kepala LPKA Tangerang, Lingga, Tangerang, Banten. (NET/ Mujeeb)

“Pengin makan bareng, buka puasa bareng, saya kangen diusap-usap kepala, disuapin sambil makan. Kangen sekali. Hampir empat tahun,” ungkap Agung.

Namun, di tengah kurangnya perhatian kedua orang tua, Agung terlibat dalam pergaulan bebas. Yang menjerumuskannya dengan dunia narkoba.

Ia kemudian ditangkap pada Maret 2017. Saat itu ia diminta mengirimkan paket narkoba jenis sabu oleh seseorang ke kawasan Merak, Banten.

Namun, dalam perjalanan Agung kepergok oleh anggota Kepolisian Polres Tangerang yang tengah mengintainya. Hingga akhirnya ia kini menjadi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Banten.

Saat ini Agung pun tak mengetahui pasti keberadaan orang tuanya. Agung hanya dijenguk oleh paman dan neneknya, itu pun terakhir kali pada 1 Januari 2018 lalu.

Di LPKA Tangerang, Bante, Agung diajarkan untuk bisa menyalurkan bakanya dengan sejumlah kegiatan. Seperti bersekolah, memainkan musik marawis, dan mengelas. Kegiatan itu dilakukan Agung untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan dapat sejenak melupakan kerinduan terhadap orang tuanya.

“Alhamdulillah agung mengikuti berbagai aktivitas di antaranya ikut seni hadrah, seni musik, dan kegiatan laundry yang bisa menambah uang sakunya,” ungkap Kepala LPKA Tangerang, Lingga.

Setelah bebas nanti, Agung memiliki mimpi bisa berkumpul bersama seluruh orang tercintanya. Menebus dosa-dosa kenakalan yang pernah ia perbuat. Da, yang terpenting baginya adalah bisa bertemu kembali dengan kedua orang tuanya.

MUJEEB LATUMAIRISSA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments