hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

22 Juli 2019, 20:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Bermula dari sebuah usaha call centre yang menghubungkan tukang ojek dengan penggunanya, siapa sangka Gojek kini menjelma menjadi perusahaan rintisan atau start up terbesar di Indonesia. Layanannya pun tak lagi sebatas goride, gocar, dan gofood. Pelanggan juga bisa menikmati gomed, gobill, gotix, goshop,  gomassage, goauto, gopoints, gonearby, gomart, gobox, godaily, goglam, goclean, gofix, dan golaundry. 

Setelah 9 tahun berevolusi, Senin siang Gojek resmi meluncurkan logo barunya yang diberi nama Solv. Logo baru berbentuk bulatan ini melambangkan satu tombol untuk semua. Sedangkan lingkaran yang mengelilingi bulatan mewakili ekosistem Gojek yang semakin solid memberikan manfaat untuk semua. 

Logo Baru Gojek. (www.gojek.com)

“Gojek saat ini telah berevolusi dari awalnya berdiri sebagai layanan ride, sekarang sudah jadi ekosistem. Kita memberikan akses puluhan juta masyarakat kepada layanan yang ada di aplikasi Gojek,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita.  

Nila menambahkan bahwa nama Solv lahir sebagai logo baru yang artinya solusi. “Gojek lahir sebagai solusi setiap permasalahan hari-hari masyarakat. Kalau dilihat saat ini dari bangun sampai tidur masyarakat terpapar layanan Gojek,” papar Nila.

Saat ini selain di Indonesia, Gojek juga telah melebarkan sayap di Vietnam, Thailand, dan Singapura. Meski di negara tetangga, layanan Gojek masih terbatas pada transportasi dan jasa antar makanan. 

Sejumlah pengemudi Gojek menunggu penumpang di depan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (11/6/2019). (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Kini, Gojek tengah bersiap untuk semakin melebarkan lagi jangkauan bisnisnya ke Filipina. “Kita sudah mengakuisisi perusahaan fintech di Filipina. Ke depan yang jadi fokus bagaimana kita memperluas layanan. Kita terbuka untuk kesempatan-kesempatan di negara lain. Dan bagaimana meningkatkan layanan dan jangkauan di negara-negara dimana kita sudah beroperasi,” tukas Nila.

Per Juni 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh lebih dari 155 juta pengguna. Dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400 ribu mitra merchants, dan lebih dari 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara.

Pada awal 2019, Gojek juga menjadi start up Indonesia pertama yang menyandang status decacorn. Status ini disematkan untuk start up dengan nilai valuasi di atas 10 miliar dolar Amerika Serikat atau 140 triliun rupiah. Terhitung ada 15 nama besar yang kini menjadi investor Gojek, diantaranya Google, Visa, dan Mitsubishi. 

DYNAR MANGGIASIH | ARI PRIAMBODO

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments