hero
Ilustrasi asteroid dan bumi. (PIXABAY)

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

22 Juli 2019, 18:30 WIB

KOREA SELATAN

Astronom Korea Selatan menemukan sebuah asteroid yang kemungkinan akan bertabrakan dengan bumi. Ini untuk pertama kalinya para astronom Korea Selatan menemukan asteroid yang berpotensi mengancam bumi. Asteroid bernama 2019 PP29 ini ditemukan pada Juni 2019 berdasarkan data yang dikumpulkan dari Korea Microlensing Telescope Network (KMTNet).

2019 PP29  muncul setelah melalui pengamatan selama 10 hari menggunakan teleskop yang memiliki ukuran 1.6 meter. Teleskop ditempatkan di Chili, Australia, dan Afrika Utara. Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter sekitar 160 meter.

Ilustrasi asteroid. (PIXABAY)

Berdasarkan data astronomi yang berhasil dikumpulkan, 2019 PP29 ini memiliki orbit mengitari matahari setiap 5,7 tahun sekali. Selama orbitnya, asteroid ini memang sering kali terlihat mendekati bumi. Dan jarak terdekatnya dengan bumi adalah sejauh 2,6 juta mil.

Dikarenakan gaya gravitasi di angkasa, astronom meyakini lintasan 2019 PP29 mungkin saja berubah dan hal itu bisa membuat asteroid ini bertabrakan dengan Bumi. Ini mungkin terjadi dikarenakan adanya pengaruh gravitational keyholes. Gravitational keyholes merupakan wilayah kecil di ruang angkasa dimana gravitasi planet bisa mengubah orbit jika bertemu dengan asteroid. Jika asteroid ini melewati gravitational keyholes, daya tarik planet sekitar bisa mengubah jalur asteroid. Hingga akhirnya bertabrakan dengan planet tersebut.

Ilustrasi orbit. (PIXABAY)

Astronom memperkirakan asteroid 2019 PP29 bisa bertabrakan dengan bumi sekitar tahun 2063 atau 2069. Meskipun demikian, kemungkinan tabrakan ini cukup kecil sekitar 1:2.8 juta kemungkinan.

Di sisi lain, temuan 2019 PP29 oleh astronom Korea Selatan ini merupakan sebuah langkah besar di dunia ilmu pengetahuan. Ini menunjukkan bahawa di samping NASA dan European Space Agency, Korea Selatan juga mampu mendeteksi asteroid berbahaya.

Selain 2019 PP29, astronom Korea Selatan juga menemukan asteroid 2019 PM28 setelah 44 hari observasi. Asteroid ini diperkirakan memiliki diameter 20-40 meter.

YONHAP | INTERNATIONAL BUSINESS TIMES

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments