hero
(NET/ Ardhiansyah)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

16 Juli 2019, 16:17 WIB

PALEMBANG, INDONESIA

Polresta Palembang tetapkan satu orang tersangka dalam kasus tewasnya DBJ (14), seorang siswa SMA Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang, Sumatera Selatan. Yang tewas saat kegiatan Masa Orientasi Siswa pada Sabtu (13/7/2019).

Tersangka adalah pembina sekolah tersebut, Obby Firmansyah Arkataku (24). Obby mengaku telah melakukan pemukulan dengan menggunakan sebilah bambu.

Obby Firmansyah Arkataku, tersangka penganiayaan siswa SMA Militer Plus Taruna Indonesia hingga tewas saat MOS (kanan), Palembang, Sumatera Selatan. (NET/ Ardhiansyah)

Menurut keterangan kepolisian, motif pemukulan akibat pelaku merasa kesal terhadap korban. Yang dinilai mengabaikan instruksi dari Obby. Bantahan korban membuat Obby marah hingga memukul korban.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Firli mengatakan bahwa Obby sempat menyeret korban yang tengah duduk, hingga membenturkan kepalanya ke aspal. Sebelum korban kejang-kejang, dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Myria.

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Firli (tengah) saat konferensi pers terkait perkembangan kasus penganiayaan siswa SMA Militer Plus Taruna Indonesia hingga tewas, Palembang, Sumatera Selatan. (NET/ Ardhiansyah)

“Korban merasa kelelahan dan tidak sanggup mengikuti dan kemudian terjadi komunikasi antara pelaku dan korban dan sempat ada kata-kata yang membuat pelaku ini tersinggung dan itulah yang menyebabkan kekerasan itu,” ungkap Irjen Pol Firli (15/7/2019)

“Sekarang kita bekerja berasal dari tempat kejadian perkara, keterangan saksi, kemudian alat bukti, menemukan satu orang tersangka. Kalaupun nanti ada tersangka lain ataupun kekerasan lain tentu ini masukan bagi kepolisian untuk menindak lanjuti laporan dan informasi tersebut,” tambah Irjen Pol Firli.

Obby Firmansyah, yang juga diketahui baru bekerja sebagai pegawai di SMA Militer Plus Taruna Indonesia selama satu bulan terakhir ini masih dimintai keterangan secara intensif, oleh kepolisian. Dan dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak, Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 80 dan 76 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

ARDHIANSYAH NUGRAHA

9

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments