hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

15 Juli 2019, 16:50 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Halmahera, Maluku Utara, Minggu sore, tak hanya merusak bangunan, tapi juga menelan korban jiwa. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo.

Dua warga meninggal dunia menjadi korban gempa berkekuatan 7,2 magnitudo ini. Kedua warga tersebut adalah Aisyah dan Halimah yang masing-masing berasal dari Desa Gene Luar dan Desa Papaceda, Kecamatan Gene Barat, Kabupaten Halmahera Selatan.

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo memberikan pemaparan mengenai dampak dan penanganan darurat gempa bumi Halmahera saat konferensi pers, di Graha BNPB, Jakarta, Senin (15/7/2019). Berdasarkan data BNPB hingga saat ini menyatakan jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi di Halmahera sebanyak dua orang serta lebih dari 2.000 orang mengungsi di 14 titik pengungsian dan BNPB telah berkoordinasi dengan instasi terkait untuk penanganan darurat. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Selain korban jiwa, gempa ini memaksa 2.000 jiwa harus mengungsi. "Ada 14 titik pengungsian, kantor Polsek Seketan, Kantor PDAM, Kantor Bupati dan Polres, mereka mengungsi ke gedung-gedung pemerintah,” kata Agus Wibowo.

Pusat gempa diidentifikasi berada di 62 km timur laut Labuha, 104 km tenggara Weda, 108 km timur laut Halmahera Selatan, 171 km tenggara Ternate, dan 2439 km timur laut Jakarta. Setelah gempa tersebut, 65 kali gempa susulan masih terjadi di sekitar lokasi.

NOVA YUL HENDRI 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments