hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

12 Juli 2019, 12:05 WIB

MALAYSIA

Baru-baru ini di Malaysia seorang siswa di cambuk karena memanggil gurunya dengan sebutan “agua” atau “pondan” yang berarti waria. Tindakan yang dilakukan oleh guru ini menimbulkan pro kontra bukan hanya soal hukuman cambuk di depan publik, namun juga mengenai pemberlakuan hukuman tersebut pada anak-anak di sekolah.

Banyak yang berpikir bahwa bentuk pendisiplinan dengan mencambuk anak-anak tidaklah tepat. Di sisi lain banyak yang berpikir lalu bagaimana agar anak tersebut dapat menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya lagi?

Melihat kejadian ini, seorang pengguna Twitter dengan akun @Cheryna27 membagikan pengalamannya, bagaimana ayahnya yang dulu seorang guru mendisiplinkan siswanya. Dalam cuitannya, ia menjelaskan bagaimana ayahnya harus berurusan dengan seorang siswa yang berani mencoret-coret dinding sekolah dengan kata-kata yang tidak sopan dan kasar.

“Dia (ayahnya) tidak membalas. Dia hanya memanggil siswa itu dan menyuruhnya untuk menulis ulang hal yang sama, namun dengan nama orang tuanya. Orang tua dari anak itu mengamuk, tapi ayahku kemudian membawa mereka ke toilet,” tulis akun tersebut seperti dikutip dari World Of Buzz pada 11 Juli 2019.

Selanjutnya, ayahnya menunjukkan coretan siswa tersebut pada orang tuanya. Melihat itu, orang tua anak tersebut berpikir bahwa guru tersebut menyuruh anaknya untuk menyumpahi mereka. Karena anak mereka menyampaikan cerita bohong bahwa guru tersebut menyuruhnya sampai ia diejek oleh teman-temannya.

Padahal sebenarnya guru tersebut ingin mengajarkan bahwa ungkapan tersebut bukanlah hal yang patut diucapkan pada seseorang. Orang tua siswa tersebut kemudian menyadari kesalahan anak mereka sebelum si guru menyelesaikan ucapannya.

Setelah itu ayah siswa tersebut kemudian memohon maaf dan meminta guru tersebut menghukum anaknya jika perlu. Guru tersebut kemudian hanya meminta agar orang tua anak itu membeli cat dan menyuruh siswa tersebut mengecat seluruh toilet, kasusnya selesai.

“Untuk apa memukul jika siswamu tidak belajar apa-apa,” imbuhnya. 

Cerita ini mendapat banyak tanggapan positif dari netizen Twitter. Menariknya lagi, unggahan @Cheryna27 ini justru membuka diskusi baru tentang metode alternatif untuk menghukum siswa yang lebih sulit ditangani. Cuitan ini juga sudah mendapat lebih dari 12,1 ribu retweet sejak diunggah.

WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments