hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

4 Juli 2019, 15:00 WIB

SULAWESI SELATAN, INDONESIA

Kasus pernikahan sedarah yang menggemparkan jagad media sosial membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan merasa kecolongan. Pernikahan tersebut secara sadar dilakukan oleh Ansar bin Mustamin (32 tahun) yang menikahi adik perempuannya sendiri. 

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Sulawesi Selatan kini mengambil langkah serius untuk menyikapi peristiwa luar biasa ini. “Keberadaan dua pasangan ini belum diketahui juga dan kami baru mencari dan berkordinasi karena ini perkawinan yang tidak sah dan haram. Ini dalam aturan agama melarang perkawinan sedarah,” kata Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPPA Sulsel, Meisy Papayungan.

Hervina menunjukkan surat nikahnya dengan Ansar bin Mustamin. Ansar belakangan pergi meninggalkan Hervina, untuk merantau dan menikahi adik kandungnya sendiri. (ISTIMEWA)

Peristiwa ini terbongkar berkat adanya video amatir berdurasi dua menit, yang berisi dokumentasi pernikahan kakak beradik itu di Balikpapan, Kalimantan Timur. Video itu oleh sepupu Ansar yang berada di Balikpapan kemudian dikirim ke keluarganya di Bulukumba. 

Sebelumnya, Ansar dan adiknya telah minta izin ke keluarga untuk merantau ke Balikpapan. Di kota itulah, tanpa sepengetahuan keluarga mereka di Bulukumba, keduanya melangsungkan pernikahan. 

Berbekal dokumentasi video itu Istri Ansar bin Mustamin kemudian melaporkan langsung ke Mapolres Bulukumba terkait tindakan yang dilakukan suaminya. Ansar bin Mustamin telah memiliki satu orang istri bernama Hervina dan seorang anak berusia tujuh tahun yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPA) Sulsel, Meisy Papayungan. (NET/Prayudha)

Ansar dan adiknya diduga telah melakukan perbuatan tak terpuji yang membuat sang adik dikabarkan hamil empat bulan. Akibat hubungan gelap tersebut, keduanya meninggalkan kediamannya di Desa Salemba, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba dan menikah di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Tindakan nekat itu ditempuh untuk menghindari penolakan dari keluarga mereka. DPPA pun meminta Majelis Ulama Indonesia untuk mengambil sikap. “Kami memang membahas bagaimana peran MUI untuk membatalkan pernikahan ini dan ini memang tidak sah. Ini katakanlah kejadian luar biasa,” papar Meisy.

PRAYUDHA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments