hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

25 Juni 2019, 16:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengumumkan akan mempercepat pembacaan putusan sidang sengketa Pilpres 2019 pada Kamis 27 Juni mendatang. Tim kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin selaku pihak terkait dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno selaku pemohon, mengungkap optimismenya terkait hasil yang akan dibacakan oleh majelis hakim MK. Menariknya, kedua kubu melihat kualitas ahli yang dihadirkan tim Prabowo-Sandi saat persidangan jadi salah satu faktor penentu. 

Seperti diketahui sebelumnya, saat persidangan tim Prabowo-Sandi menghadirkan dua ahli yakni, Jaswar Koto dan Soegianto Soelistiono. Soegianto Soelistiono merupakan dosen studi Fisika di Universitas Airlangga (Unair). Sementara itu Jaswar Koto disebut sebagai ahli pengembangan perangkat lunak biometrik (biometric software development).

Peserta sidang berfoto bersama usai mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Dari kubu paslon 01, ketua tim hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra mengatakan optimis bahwa hakim MK akan menolak gugatan tim Prabowo-Sandi, salah satu sebabnya karena ahli yang dihadirkan paslon 02 di persidangan diragukan kapasitas dan kompetensinya. “Jadi dia bukan ahli IT dan kedua dia tidak punya sertifikasi sebagai orang yang bisa lakukan audit forensik,” tukas Yusril.

Menurut Yusril dalam audit forensik, orang yang diaudit harus diminta pendapatnya. “Ini kan sama sekali KPU enggak pernah diminta pendapat terhadap hasil sebelum diumumkan ke publik. Ini kan tidak fair namanya,” pungkas Yusril.  

Yusril Ihza Mahendra selaku pihak terkait bersiap mengikuti sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Yusril juga mempersilakan masyarakat untuk menilai kualitas persidangan. “Setelah semua diungkap di persidangan masyarakat dengan jernih melihat ternyata saksi tidak meyakinkan. Alat bukti surat berantakan. Ahli yang menerangkan tidak cukup kredibel utk jelaskan masalah ini,” ujar Yusril.

Sementara itu, ketua tim kuasa hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto atau yang biasa disapa BW juga optimis bahwa gugatan kliennya sebagai pemohon akan dikabulkan oleh majelis hakim MK. Berbeda dengan Yusril, BW yakin pada kualitas ahli yang ia hadirkan sebagai salah satu penentu untuk membuktikan dugaan terjadinya kecurangan terstruktur sistematis dan masif. 

Ketua Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kiri), selaku pemohon bersiap mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (21/6/2019). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

“Kecurangan ini kita buktikan melalui teknologi informasi dan forensik dan itu belum pernah terjadi sebelumnya. Kalau cuma liat kasat mata, itu orang enggak bisa liat dimana problemnya. Tapi kalau kita pakai ilmu forensik maka kita bisa melacak sebenarnya ada kejahatan apa disitu,” papar mantan komisioner KPK ini.

BW pun menepis keraguan terhadap kapasitas dan kompetensi Jaswar Koto. “Kami menghadirkan ahlinya dan ini ahli yang terbaik di dunia bukan level Indonesia. Ini level dunia. Kita dorong MK itu bisa menjadi MK yang mau modern berbasis pada penilaian yang bersifat scientific,” tutur BW.

Tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Bambang Widjojanto (kanan) dan Denny Indrayana (kiri) mengikuti sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

BW menegaskan bahwa terobosan yang ia lakukan bersama tim hukum Prabowo-Sandi sudah seharusnya dipertimbangkan oleh hakim MK. “Ahli kami ini bukunya aja sudah puluhan, jurnal internasionalnya sudah ratusan. Dia juga punya intelektual propertinya banyak banget. Dia penemu scientification print untuk retina mata untuk sistem keamanan. Tapi lagi-lagi sebenarnya apakah ini akan dipakai oleh MK?” pungkas BW.

TIM LIPUTAN

2

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments