hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

18 Juni 2019, 18:00 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf menyebut dalil yang diajukan pemohon atau kubu Prabowo-Sandi hanya berdasarkan asumsi. Dalil yang diajukan pemohon terkait dengan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif atas 6 bentuk pelanggaran yang dimaksud, dianggap tidak berdasar serta tak berpengaruh terhadap perolehan suara pasangan calon 01. 

Salah satunya terkait kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disebut menyebabkan Jokowi-Ma`ruf meraih 4,1 juta suara dari ASN yang dinaikkan tunjangannya. “Kalau memang itu dianggap sebagai suatu pelanggaran, apakah ada pengaruhnya terhadap suara? Misal orang yang dinaikkan gajinya itu milih Pak Jokowi kan enggak juga?” ujar kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra.

Ketua tim kuasa hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Yusril Ihza Mahendra selaku pihak terkait bersiap mengikuti sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (18/6/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan jawaban termohon, pihak terkait dan Bawaslu. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Yusril pun mengatakan bahwa jumlah ASN mencapai 4,1 juta dan sulit dibuktikan apakah semuanya memilih Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres kemarin. “Harus dibuktikan satu per satu. Kalau nanya kamu milih siapa? Melanggar UU karena pemilu bersifat rahasia,” pungkas Yusril.

Selanjutnya mengenai tuduhan dana kampanye yang dianggap melanggar hukum, ditepis oleh kubu 01. Menurut tim kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, sejak 23 September 2018 hingga 25 April 2019, dana kampanye kliennya telah diaudit oleh kantor akuntan publik.

DEA GITHA | FITRIADI ANGGA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments