hero
(NET/Pradesta Bagus)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

17 Juni 2019, 12:55 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Polisi menemukan fakta baru terkait kecelakaan maut yang menewaskan 12 penumpang di Tol Cipali. Penyebab kecelakaan tersebut diduga karena adanya serangan dari seorang penumpang terhadap sopir bus. Fakta ini diungkap oleh Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi saat mengecek langsung kondisi korban kecelakaan maut tol Cipali kilometer 150 di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon, Senin siang. 

Rudy berdialog dengan sejumlah penumpang luka dan selamat untuk mengetahui pasti kondisi kesehatannya. Dari dialog ini pula Rudy menemukan fakta baru dalam kecelakaan bus yang diungkap seorang penumpang wanita yang saat kejadian duduk tepat di belakang sopir.

“Tadi ada saksi seorang perempuan mengatakan bahwa ibu itu di belakang supir duduknya. Ketika supir dengan kenek yang telepon-teleponan,ada seorang yang menyerang supir. Datang ke tempat supir seperti mau mengambil alih. Dan ibu itu tidak liat lagi tiba-tiba kecelakaan,” ujar Rudy.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudy Sufahriadi berbincang dengan penumpang bus. (NET/Pradesta Bagus)

Penumpang wanita yang lolos dari maut tersebut menceritakan peristiwa kecelakaan yang melibatkan bus dan sejumlah kendaraan lainnya tersebut bukan disebabkan sopir mengantuk. Ia yang duduk bersama suaminya melihat langsung seorang penumpang laki-laki melompat dari kursinya dan menyerang sopir yang tengah mengemudikan bus dalam kecepatan tinggi. Serangan mendadak tersebut mengakibatkan bus hilang kendali dan lompat ke jalur berlawanan.

Kapolda yang mendapati informasi tersebut langsung melakukan pengecekan terhadap penumpang penyerang sopir bus yang diketahui bernama Anshor, warga Kabupaten Cirebon. Dari keterangan awal Anshor, Kapolda mendapati info jika yang bersangkutan sengaja menyerang lantaran mendengar percakapan telepon sang sopir yang dinilai mengancam nyawanya. Anshor yang duduk di kursi pojok kedua sebelah kiri secara sadar kemudian menyerang sopir bus hingga kemudinya tak terkendali dan melompat ke jalur berlawanan.

Korban luka-luka yang dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon. (NET/Pradesta Bagus)

“Tadi saya tanya seorang laki-laki, seorang sekuriti di Gandaria Tower Jakarta atas nama Anshor dan saya tanya kenapa mas tiba-tiba menyerang supir. Menurut keterangannya bahwa supir dan kenek itu, hasil pembicaraan telpon, akan membunuh dia,” lanjut Rudy. 

Saat ini petugas dari Polres Majalengka dibantu Ditlantas Polda Jawa Barat akan mengisolasi Anshor yang menderita luka dan dirawat di Rumah Sakit Mitra Plumbon. Petugas akan melakukan pemeriksaan marathon jika yang bersangkutan sudah pulih dari luka-lukanya. Tidak menutup kemungkinan petugas juga akan menetapkan pria yang bekerja sebagai security tersebut sebagai tersangka.

PRADESTA BAGUS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments