hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

14 Juni 2019, 19:20 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Publik dibuat terkejut dengan kehadiran sosok yang diduga Setya Novanto berkeliaran di Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 14 Juni 2019. Sosok mirip Setnov ini ditemani seorang wanita, yang kebetulan mirip Deisti Astriani Tagor, istri Setnov. Mereka terlihat memasuki sebuah rumah pamer bahan bangunan House of Roman, Jl. Panyawangan, Parahyangan Street No.6, Kertajaya, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Menurut sumber NETZ yang kebetulan berada di lokasi, selang beberapa menit melihat-lihat keramik, sosok mirip Setnov ini meninggalkan ruang pamer bahan bangunan. Ia lalu menyatakan akan mengirimkan "orangnya" di lain waktu. 

Sosok mirip Setnov terlihat di luar Lapas menggunakan pakaian serasi sepadan dengan wanita yang mendampinginya, kemeja biru muda dengan celana panjang hitam. Laki-laki ini juga terlihat menggunakan topi hitam dan masker, sementara wanitanya dibalut jilbab corak biru tua. Dua mobil SUV hitam terparkir di luar dengan dikelilingi pengawal.

Sosok yang diduga Setya Novanto terlihat di Bandung Barat. (ISTIMEWA)

Kalapas Sukamiskin, Tejo Harwanto membenarkan bahwa terpidana kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto memang sedang berada di luar Lapas bersama istrinya. Setnov meminta ijin untuk perawatan kesehatan pada Jumat pagi, 14 Juni 2019. Ia rencananya berobat ke Rumah Sakit Santosa, Jl. Kebon Jati No.38, Kb. Jeruk, Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Sekitar 40 menit perjalanan mobil ke Kabupaten Bandung Barat.

Setya Novanto sama sekali tidak mendapatkan remisi saat Idul Fitri. Menurut Tejo, mantan Ketua Umum Golkar ini tidak mendapatkan remisi dari Kementerian Hukum dan HAM kemungkinan karena masa pidananya yang tinggi. "Seperti Setya Novanto tidak, karena mungkin masa pidananya tinggi, terus tidak mendapatkan  JC dari KPK, terus harus membayar denda", ujar Tejo.

Seperti diketahui, hakim pengadilan tindak pidana korupsi telah menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan dicabut hak politiknya selama lima tahun terhadap Setya Novanto (24/04/2018) setelah terbukti bersalah dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp 2,3 triliun.

SUWARDI ROSADI

9

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments