hero
(ANTARA)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

14 Juni 2019, 18:59 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) merasa keberatan atas keputusan Mahkamah Konstitusi atas sidang kedua Sengketa Pilpres, Selasa 18 Juni 2019 mendatang. Menurut Ketua KPU Arif Budiman bahwa pihaknya keberatan atas adanya perbaikan permohonan dari pemohon. " Dalam hukum acaranya memang tidak memungkinkan sebetulnya dilakukan perbaikan," kata Arif di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.

Namun KPU menyatakan siap menjawab perbaikan permohonan tersebut demi menjaga etika dan saling menghormati. "Jadi bukan karena kami tidak suka tapi justru kami ingin menjaga menghormati hukum acara yang sudah disusun di persidangan di Mahkamah Konstitusi," lanjut Arif.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) memimpin sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). Sidang PHPU Pilpres 2019 itu akan dilanjutkan pada Selasa (18/6/2019) dengan agenda mendengar jawaban termohon, keterangan pihak terkait dan Bawaslu. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Arif menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki banyak pilihan, sebab awalnya KPU telah meminta sidang ditunda hingga Rabu, 19 Juni 2019 namun MK memutus sidang lanjutannya dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juni 2019. "Ya KPU Harus siap sampai hari Selasa," ungkapnya. Sidang kedua Sengketa Pilpres 2019 ini sendiri akan dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Juni 2019 dengan agenda tanggapan dari pihak termohon, dalam hal ini adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga pihak terkait yakni kubu Jokowi-Ma'ruf kepada pihak pemohon kubu Prabowo-Sandi.

ANGGI PASARIBU | FERGY MAGE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments