hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

13 Juni 2019, 16:40 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Presiden Joko Widodo mengundang sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) ke Istana Merdeka, Jakarta. Pada kesempatan kali ini Presiden Jokowi curhat seputar kalahnya jumlah investasi dan ekspor Indonesia dari beberapa negara ASEAN lainnya, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. 

Menurut Jokowi hal ini tidak bisa terus didiamkan karena Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan sumber daya melimpah dan sumber daya manusia yang potensial. “Terakhir kita kalah sama Vietnam. Seperti yang saya sampaikan jangan sampai kalah sama Kamboja, Laos. Kita ini negara besar tetapi sudah bertahun-tahun kita tidak bisa menyelesaikan defisit neraca perdagangan,” kata Jokowi.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kanan) menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (13/6/2019). Presiden meminta masukan dari Apindo terkait pemerintahan ke depan, salah satunya tentang upaya peningkatan nilai ekspor. (ANTARA/Wahyu Putro A)

Terkait hal itu Jokowi juga meminta masukan dari para pengusaha yang tergabung dalam Apindo dan Hippindo untuk bisa mendongkrak perekonomian Indonesia lima tahun ke depan. Apindo pun memberikan saran untuk merevisi Undang-undang Ketenagakerjaan karena dianggap merugikan industri padat karya sehingga sulit bersaing dengan negara lainnya. Selain itu perlu adanya potongan pajak kepada industri padat karya agar bisa memperluas usahanya.

“Perlu kiranya pemerintah melihat kembali UU Ketenagakerjaan. Karena UU ini selain 18 kali diajukan ke MK, juga tidak sesuai lagi kebutuhan dengan kondisi saat ini,” ujar Ketua Umum Apindo, Harjadi Soekamdani. 

Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Seskab Pramono Anung (kedua kiri) dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki (kedua kanan) saat menerima pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (13/6/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Menurut Harjadi pengusaha-pengusaha industri padat karya yang nilai ekspornya besar justru sudah beralih ke Vietnam, Myanmar, Bangladesh, Srilangka dan Laos. “Nah kita jangan sampai konsentrasi ke padat modal tapi padat karya tidak ditangani dengan baik,” papar Harjadi.

Sebelumnya Jokowi juga mengundang para pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ke Istana Merdeka, Jakarta. Jokowi ingin para pengusaha bisa mendukung upaya pemerintah untuk mengejar ketertinggalan nilai ekspor dan dan memperbaiki neraca perdagangan dalam lima tahun ke depan.

GALUH RAHMAT

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments