hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

12 Juni 2019, 17:23 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Terkait penetapan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Habil Marati sebagai tersangka dalam kasus rencana pembunuhan sejumlah tokoh nasional dan pimpinan lembaga survey, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani berikan tanggapannya. Menurut Sani, hingga hari Rabu pagi, 12 Juni 2019 ini PPP belum berhasil berkomuikasi secara resmi dan langsung dengan Habil Marati untuk mengkonfirmasi terkait kasus ini. Bahkan partai berlambang Ka'bah ini siap memberikan bantuan hukum kepada Habil  dalam menghadapi kasus ini.  

 Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani saat berikan keterangan kepada awak media di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu (12/6). (NET/Rio Pramasta)

"Karena kita juga menganut prinsip azas praduga tak bersalah maka kami punya kewajiban untuk memberikan bantuan hukum itu tanpa bermaksud menghalangi penegakan hukum yg sedang dilakukan," ujar Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan Arsul Sani di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Juni 2019.

Lebih lanjut Sani menambahkan bahwa PPP tidak menampik adanya hubungan antara Habil Marati dan Kivlan Zein, sebab Partai ini menjadi pengusung resmi Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 lalu. "Ya kita kan sama sama tahu bahwa ada juga teman di PPP yang masih tetap mendukung pak Prabowo", ungkapnya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal (kedua kanan) didampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (kedua kiri), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary (kiri) dan Kasubdit 1 Dittipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Daddy Hartadi (kanan) memberikan keterangan pada wartawan terkait perkembangan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Dalam kesempatan tersebut TNI-Polri mengungkap tersangka dan barang bukti yang terjadi pada kericuhan 21-22 Mei 2019 yang terjadi di kawasan Gedung Bawaslu RI, Tanah Abang, dan Petamburan, Jakarta dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direksi Charta Politika, Yunarto Wijaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Sebelumnya pada hari Selasa, 11 Juni 2019, pihak Kepolisian mengungkap keterlibatan Habil Marati sebagai donatur untuk pengadaan senjata api dan biaya operasional pada calon eksekutor rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan stu pimpinan lembaga survey. Habil Marati menjadi tersangka ke-delapan yang ditetapkan Polisi setelah melakukan pendalaman terhadap 6 tersangka yang telah ditangkap terlebih dulu.

NABILLA PUTRI | RIO PRAMASTA 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments