hero
(ANTARA)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

11 Juni 2019, 19:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Pasca ditetapkannya mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen sebagai tersangka terkait rencanan pembunuhan empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survey, Polisi kembali mengungkap nama baru terkait kasus ini. Dalam konferensi pers pada Selasa siang di gedung Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM, Polisi telah menangkap tersangka baru bernama Habil Marati (HM). Peran dari Habil Marati, dari hasil pengembangan kasus terhadap enam tersangka kelompok penembak adalah sebagai donatur. 

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary (kanan) menunjukkan video tersangka di sela-sela memberikan keterangan pada wartawan terkait perkembangan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Dalam kesempatan tersebut TNI-Polri mengungkap tersangka dan barang bukti yang terjadi pada kericuhan 21-22 Mei 2019 yang terjadi di kawasan Gedung Bawaslu RI, Tanah Abang, dan Petamburan, Jakarta dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direksi Charta Politika, Yunarto Wijaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"TSK HM ini berperan memberikan uang," ujar Wadireskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam di Media Center Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Juni 2019.

Menurut Ade, keterlibatan Habil Marati ini adalah memberikan sejumlah uang untuk pembelian senjata dan biaya operasional kepada calon eksekutor. Selain itu Habil Marati juga memberikan uang sebesar 150 juta rupiah kepada Kivlan Zein untuk membeli senjata. "Dari tangan TSK HM kami sita handphone untuk melakukan komunikasi dan print out bank dari TSK HM," tambah Ade.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal (kanan) berbincang dengan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi (tengah) dan Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary (kiri) di sela-sela memberikan keterangan pada wartawan terkait perkembangan kericuhan 21-22 Mei 2019 di Media Center Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019). Dalam kesempatan tersebut TNI-Polri mengungkap tersangka dan barang bukti yang terjadi pada kericuhan 21-22 Mei 2019 yang terjadi di kawasan Gedung Bawaslu RI, Tanah Abang, dan Petamburan, Jakarta dan rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan satu direksi Charta Politika, Yunarto Wijaya. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Habil Marati yang menjadi tersangka ke-delapan dalam kasus rencana pembunuhan empat tokoh nasional dan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya ini merupakan salah satu politisi Partai Persatuan Pembangunan. Adapun keempat tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan ini adalah Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Stafsus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Hingga kini, pihak Kepolisian masih mendalami apa motif sesungguhnya dibalik perencanaan pembunuhan ini. 

CHELZEA VERHOEVEN | TIAFANNY FEBRIAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments