hero
(ANTARA)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

7 Juni 2019, 18:28 WIB

SULAWESI TENGGARA, INDONESIA

Pasca bentrok yang terjadi pada Rabu, 5 Juni 2019 lalu antara desa Sampuabalo dan Desa Gunung Jaya di Buton, Sulawesi Tenggara, aparat yang terdiri dari unsur Polri dan TNI terus meningkatkan pengamanan di lokasi kejadian. Salah satunya adalah dengan mengunjungi dua desa yang sedang terlibat bentrok tersebut untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif. Ratusan personil Brimob Polda Sultra telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan sementara Pangdam XIV Hasanudin Makassar juga mengirim 100 orang personil dari Raider 700 yang rencananya tiba di Buton pada Jumat sore.

Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhardt di saat berikan keterangan kepada awak media di Mapolda Sultra, Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat (7/6). (NET/Muhammad Ilham)

"Suasana disana sekarang sudah kondusif dan kita berharap suasana kondusif terus terjaga sehingga aparat keamanan dapat bekerja dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal," ujar Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara AKBP Harry Goldenhardt di Buton, Sulawesi Tenggara, Jumat, 7 Juni 2019.

Kapolda Sultra, Brigjen Pol Irianto (tengah) bertemu beberapa warga yang menjadi korban pembakaran rumah di Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6/2019). Pasca pembakaran 87 unit rumah warga di Desa Gunung Jaya akibat keributan antar pemuda pihak kepolisian bersama aparat keamanan lainnya menemui perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda dari Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo agar kejadian tersebut segera berakhir. (ANTARA FOTO/Emil)

Menurut Harry, pada Jumat pagi tadi telah di lakukan pertemuan antara kedua warga desa yang dipimpin oleh Kpolda Sultra dan Bapak Danrem dimana hasilnya mereka sepakat untuk  sama-sama menahan diri untuk menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat. Selain itu, peran Tokoh Adat atau Parabela yang sangat dihargai oleh warga masyarakatnya juga diperlukan. "Kami memohon bantuan kepada tokoh adat atau parabela untuk bersama-sama dapat menenangkan warga dua desa tersebut," tambah Harry.

Puluhan pemuda dari Desa Sampuabalo berjaga-jaga usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya  dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antar pemuda dari dua desa berbeda diwilayah tersebut pada hari Rabu 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 Wita, akibat dari  kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton.  (ANTARA FOTO/ Emil)

Sebelumnya pada hari Rabu, 5 Juni 2019 terjadi bentrokan antara Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina dan Desa Gunung Jaya di Buton, Sulawesi Tenggara. Bentrok yang disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor ini menyebabkan 2 orang tewas, 8 orang warga Desa Sampuabalo luka, 87 unit rumah terbakar dan 871 warga Desa Gunung Jaya mengungsi ke desa lain. Hingga saat ini Kepolisian masih mencari provokator dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap pelaku.

MUHAMMAD ILHAM

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments