hero
(THE BULLETPROOF BLOG)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

8 Mei 2019, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Di Bulan Ramadan yang suci ini, umat muslim diwajibkan untuk menahan makan, minum, merokok dan hawa nafsu. Mulai dari fajar hingga matahari terbenam.

Namun ternyata, puasa bukan sekedar sebagai kewajiban beribadah semata. Tapi di samping itu, terdapat manfaat baik bagi kesehatan.  Enggak hanya Umat Muslim yang melakukan ibadah ini, Orang Yunani Kuno juga melakukannya. Mereka justru merekomendasikan puasa untuk menyembuhkan tubuh loh.

Orang Yunani Kuno juga melakukan puasa untuk kesehatan. 

Hal ini juga diamini para ilmuwan yang juga menganjurkan puasa. Yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk kesehatan mental dan fisik.

Jenis puasa ini dikenal sebagai puasa intermiten, di mana kamu enggak memerlukan makan selama 12,16, atau bahkan  sampai 24 jam. Selain itu, ada juga loh bentuk puasa lain yang dikenal sebagai puasa 5:2. Pada jenis puasa ini kamu cukup membatasi asupan yang mengandung kalori. Yakni, antara 500-600 kalori selama 36 jam, dapat dilakukan dua kali seminggu.

Ada beragam jenis puasa yang dapat dilakukan untuk kesehatan. (STUFF.CO)

Fakta menarik lainnya para ahli juga menemukan bahwa dengan membatasi asupan makanan di siang hari bisa membantu kamu untuk mencegah berbagai masalah kesehatan loh. Seperti kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, serta meningkatkan kesehatan mental. Bahkan dengan enggak mengonsumsi makanan, tubuh kamu bisa jadi lebih fokus untuk mengeluarkan racun dari tubuh.

Puasa dapat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. (HEALTHLINE)

Dikutip dari Aljazeera pada 7 Mei 2019, seorang ahli ilmu gizi, Claire Mahy mengatakan puasa memiliki manfaat dari segi kesehatan. “Berpuasa memungkinkan usus untuk membersihkan dan memperkuat lapisannya. Proses ini juga disebut dengan autophagy,” ungkap Mahy.

Enggak cuma fisik, puasa juga baik untuk kesehatan mental. (RENEGADE TRIBUNE)

Tetapi di sisi lain berpuasa secara berlebihan juga ternyata enggak baik loh untuk tubuh. “Puasa dapat menyebabkan kadar glukosa darah menjadi rendah yang menyebabkan kurangnya konsentrasi dan mudah kelelahan,” Jelas seorang ahli gizi, Nazmin Islam.

ALJAZEERA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments