hero
(INSTAGRAM @dr_tompi)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

23 April 2019, 11:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Teuku Adifitrian alias Tompi menjadi saksi sidang lanjutan kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet. Sidang lanjutan ini digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa pagi. Tak hanya Tompi, saksi yang dihadirkan lainnya adalah Rocky Gerung. 

Tompi sebagai saksi pertama mencurigai bahwa pemukulan yang terjadi pada Ratna tidak benar dan tidak sesuai dengan cuitan twitter yang diposting oleh Fadli Zon. “Banyak foto-foto berseliweran, dimana fotonya lebih close up. Begitu saya melihat foto-foto close up, baru saya mulai curiga,” ujar Tompi. 

Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Tompi semakin yakin bahwa ini bukan kasus pemukulan dengan adanya foto yang memperlihatkan rambut Ratna diikat. Hal ini merupakan kebiasaan treatment ketika seseorang selesai dioperasi bedah plastik, agar tidak kotor ke bagian wajah. 

Kecurigaan Tompi makin menguat setelah melihat background dalam foto Ratna yang beredar luas di medsos. “Kecurigaan lainnya foto background RS yang ada foto pembanding dengan foto RS bedah plastik lain. Lokasinya sama persis, saya semakin yakin itu bukan pemukulan,” pungkas Tompi.

Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (kanan) berjabat tangan dengan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar (kedua kanan) saat menjalani sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Seperti diketahui sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengaku dianiaya oleh beberapa lelaki hingga wajahnya lebam pada Oktober 2018. Setelah polisi menyelidiki, ternyata penyebab wajah babak belur Ratna bukan dianiaya melainkan akibat operasi sedot lemak.

Akibat kebohongannya itu, Ratna dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

FITRIADI ANGGA | ARISTIO RUSMANA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments