hero
(NET/Mujeeb Latumairissa)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

16 April 2019, 12:15 WIB

TANGERANG, INDONESIA

Jelang pemilihan calon presiden dan calon legislatif, Badan Pengawas Pemilu  (Bawaslu) Kabupaten Tangerang membentuk desa wareng atau ngawas bareng. Salah satu desa wareng telah diresmikan di Kawasan Tigaraksa, Senin siang.

Desa wareng merupakan komunitas yang dibentuk Bawaslu dari berbagai komponen masyarakat dan mahasiswa. Komunitas tersebut nantinya akan diterjunkan ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 29 kecamatan di seantero Kabupaten Tangerang.

Peresmian Desa Ngawas Bareng di Kawasan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. (NET/Mujeeb Latumairissa)

“Desa wareng ini adalah sebagai simbol untuk para komunitas yang terikat dan mengikatkan diri, peduli terhadap jalannya proses pemilu untuk bisa diawasi bersama-sama,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Tangerang, Andi Irawan. “Sehingga bukan pengertian desa sesungguhnya tetapi nilai-nilai yang baru yang menjadi benteng dari rakyat untuk mengantisipasi dari kecurangan pemilu,” lanjutnya.

Tugas utama komunitas desa wareng nantinya ikut mengawasi langsung dan mengantisipasi kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi dalam proses pemungutan suara di TPS. Partisipasi masyarakat diharapkan bisa membantu pelaksanaan pemilu agar berjalan adil dan jujur. 

Para penggiat Desa Ngawas Bareng (Desa Wareng) di Kabupaten Tangerang. (NET/Mujeeb Latumairissa)

 “Masyarakat Kabupaten Tangerang menjadi bagian yang sangat penting untuk sama-sama mengawal proses Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang agar proses ini bisa lebih transparan karena pelibatan masyarakat itu bagian dari komponen yang menentukan proses ini bisa berjalan adil, jujur, dan jauh dari kecurangan,” pungkas Andi. 

MUJEEB LATUMAIRISSA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments