hero

EDITOR : VANNICO SOEKARNO

16 April 2019, 19:08 WIB

SPANYOL

Duel Barcelona vs Manchester United pada Rabu dini hari (17/04) sekaligus jadi peringatan final Champions League paling menakjubkan dalam sejarah sepak bola 20 tahun silam di Camp Nou.

Bayern Munchen nyaris menjuarai Champions League 1999 melalui gol Mario Basler di menit kelima, namun dua gol terakhir Setan Merah di injury time membuyarkan kemenangan The Bavarian dan memastikan gelar tersebut ke Old Trafford.

Teddy Sheringham menyamakan kedudukan di menit ke-90, dan hanya 44 detik berselang, manajer Manchester United saat ini Ole Gunnar Solksjaer mencetak gol untuk membuat suporter Inggris bersuka cita, sementara para pemain Munchen tak berdaya di atas lapangan dengan perasaan tak percaya. Tidak ada yang lupa gambar Samuel Kuffour memukul lapangan sebagai luapan frustasi usai pertandingan.

“Sembilan puluh sembilan dari 100, akan pergi ke tangan Oliver Kahn atau ada di kepala mereka,” kata Solskjaer ketikan mengingat dirinya cetak gol.

Tidak ada keraguan bahwa final UCL 1999 jadi momen terbesar bagi pemain Norwegia tersebut dan ia ingat tidak memeluk Sheringham setelah gol penyama.

“Saya berlari kembali ke garis tengah karena saya berkonsentrasi bermain ekstra setengah jam di final Champions League,” tambahnya.

Solskjaer bukan satu-satunya pemain memikirkan perpanjangan waktu karena mereka yang tidak termasuk sebagai starter mulai menuju ruang ganti pada menit ke-90 saat Munchen memimpin 1-0. Ketika mereka mendengar selebrasi gol dari Sheringham, mereka menyaksikan dari salah satu celah di Camp Nou. Mereka memutuskan untuk kembali ke posisi mereka sebelumnya, mengira permainan akan memasuki waktu tambahan, dan ketika mereka menaiki tangga lalu mendengar gemuruh dari gol kedua. Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi.

Pada Rabu dini hari nanti, Solskjaer akan kembali ke Camp Nou, panggung di mana ia diabadikan di hati para pendukung Setan Merah. Ini akan menjadi malam yang istimewa bagi pria 46 tahun saat kembali mengusung ‘mission impossible’ setelah sebelumnya sukses menggetarkan Eropa usai buat kejutan pada leg kedua melawan Paris Saint-Germain di babak 16 besar meski 10 pemain andalannya absen.

“Tidak ada yang mustahil,” Solskjaer mengulangi beberapa kali sebelum kemenangan 3-1 mengesankan di Paris. Sementara menang di Barcelona dan mengalahkan tim Catalan tampaknya tidak mungkin, namun Solskjaer memiliki sesuatu yang istimewa tentang dirinya. Tidak percaya? Tanyakan saja kepada pendukung Munchen. Barcelona harus memperhitungkannya.

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments