hero

EDITOR : VANNICO SOEKARNO

29 Maret 2019, 20:00 WIB

INGGRIS

 

Pemain Spanyol itu awalnya dianggap sebagai salah satu bek ‘tak tersentuh’ di bawah Maurizio Sarri tapi kini ia justru bersaing dengan Emerson Palmieri untuk mendapatkan tempat terbaiknya.

Musim lalu, Marcos Alonso masuk dalam Tim PFA of The Year. Tapi sekarang, seakan sulit baginya raih hal serupa bersama Chelsea.

Performanya yang menurun drastis, sama halnya dengan ketika ia tiba-tiba muncul sebagai bek kiri tangguh dengan penampilan luar biasa.

Diboyong dari Fiorentina seharga 23 juta poundsterling pada musim panas 2016, ia tampil kurang memuaskan sebagai pemain pinjaman di Sunderland.

Namun, setelah Chelsea beralih ke 3-5-2 di bawah Antonio Conte, pemain Spanyol itu menonjol sebagai bek sayap dan memainkan peran penting dalam kesuksessan raih gelar Premier League serta melaju ke final FA Cup.

Setelah sukses memenangkan FA Cup musim lalu, akhirnya ia berhasil mengikuti jejak sang ayah dan kakeknya dengan menembus tim Spanyol pada usia 27 tahun.

Pergerakan dinamisnya di sisi kiri memicu pembicaraan tentang peluangnya kembali ke tanah kelahirannya, dimana Barcelona, Real Madrid dan Atletico Madrid berminat menggunakan jasanya. Tetapi Chelsea maupun manajer baru Maurizo Sarri tak berniat menjual Alonso. Justru Alonso dan Chelsea sepakat menandatangani kontrak baru dengan durasi lima tahun pada Oktober lalu.

Namun sejak itu, penampilan Alonso turun drastis.

Kedatangan Sarri telah memaksa semua orang di Chelsea untuk beradaptasi dengan gaya sepak bola yang berbeda dengan Conte. 

Seperti N’Golo Kante, Alonso tampaknya juga mendera akibat efek tak bermain di posisi favoritnya.

Formasi baku 4-3-3 Sarri membuat Alonso melakoni peran baru sebagai bek kiri konvensional. Perubahan posisi itu membuatnya memiliki sedikit peluang untuk maju dan diminta untuk lebih fokus pada tanggung jawabnya dalam bertahan.

Awalnya tidak ada masalah.

Alonso jadi salah satu pemain kunci Sarri ketika Chelsea mengawali musim 2018-2019 mereka dengan 18 pertandingan tak terkalahkan. Ia pun dianggap sebagai bek kiri terbaik di dunia setelah torehkan 4 assist dalam empat pertandingan pertama Premier League musim ini.

Namun, Sarri justru mengkritik penampilannya dengan meminta perbaikan dalam bertahan.

Kekhawatiran bahwa Alonso tidak menemukan keseimbangan dalam menyerang dan bertahan dibuktikan ketika Chelsea mengalami kekalahan pertama musim ini. Takluk 3-1 di Tottenham Hotspur, sebulan setelah ia memperbarui kontraknya.

Di Wembley, Alonso seakan kebingungan bermain bola seperti yang dikatakan Sarri, dan sejak itu sejumlah tim termasuk Wolves, Machester United, Manchester City dan Arsenal berupaya mengeksploitasinya untuk maju.

Paling diingat, Alonso bersalah atas gol pertama dalam kekalahan 0-6 di Etihad Stadium yang menimbulkan keraguan serius tidak hanya atas adaptasinya sebagai bek kiri konvensional, tapi juga masa depan Sarri di Chelsea.

Sarri termasuk orang yang tak suka rotasi, meski pemain tersebut sedang berjuang dalam posisinya. Dari awal ‘tak tersentuh’, kini Alonso haru berbagi tempat dengan pemain pengganti Emerson Palmieri.

Tak ada cadangan lain yang berhasil menggantikan Alonso, namun Emerson melakukannya dengan baik. Meski Alonso unggul soal tinggi badan, namun Sarri benar-benar teliti dalam menentukan pilihannya.

“Tentu saja. Emerson adalah pilihan bagus,” ujar mantan pelatih Napoli tersebut.

“Tapi saya juga harus mempertimbangkan beberapa detail.

“Misalnya tanpa Alonso, kita bisa memiliki masalah bertahan di set-piece. Jadi saya harus mempertimbangkan segalanya.”

Sarri menambahkan, performa Aloso juga merupakan faktor utama kenapa produk akademi Real Madrid jarang dimainkan akhir-akhir ini.

“Anda harus menerima bahwa seorang pemain tidak dapat bertahan di puncak dalam kondisi fisik dan mentalnya selama 11 bulan,” tambah Sarri. “Jadi kami beruntung karena dalam periode baru-baru ini, kami memiliki momen sangat baik untuk Emerson.

“Dan sekarang saya pikir Marcos mulai kembali ke performa terbaiknya. Tapi dalam 11 bulan, kamu harus menerima satu atau dua bulan kesulitan.”

Emerson sendiri bukan tanpa masalah. Ia terlibat dalam kekalahan mengejutkan Chelsea 0-4 saat bertandang ke Bournemouth.

Namun statistik menggarisbahawi mengapa Sarri merasa Emerson sama bagusnya dengan pilihan bek kiri saat ini.

Meskipun Alonso (34) telah bermain 15 pertandingan lebih banyak dari Emerson (19) musim ini, tapi pemain Italia tersebut unggul lebih banyak soal drible (39) daripada pesaingnya (22). Sementara Emerson juga punya tingkat penyelesaian umpan lebih baik (90,9% hingga 85.5%).

Seperti kata Sarri, Alonso unggul di udara dan unggul dengan rata-rata (1.8) per laga sementara Emerson 0.9 dan terlibat langsung dalam 3 gol lebih banyak daripada Emerson (6 banding 3) meski punya waktu bermain lebih banyak.

Emerson juga membuktikan umpan silang yang lebih akurat, meski Alonso rata-rata melakukan tekel lebih sukses. Tak heran, Alonso membuat lebih banyak pertarungan karena ia juga jadi sasaran lawan.

Masalah Alonso di bek kiri perlu dilihat dalam konteks lebih luas, dimana Chelsea diganggu keseimbangan di lini tengah. Terlihat, rentannya pusat pertahanan dan sementara pressing ke depan tidak cukup. Setidaknya, Alonso tidak sendirian dalam masalah ini.

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments