hero
(NET/Widodo Setiawan)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

27 Maret 2019, 17:30 WIB

JAWA TENGAH, INDONESIA

Calon wakil presiden nomor urut 01 KH. Ma'ruf Amin menghadiri peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama ke-96 di alun-alun Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu siang. Acara ini sekaligus juga memperingati haul Kiai Raden Abdul Fatah. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini, didampingi istrinya, Wury Estu Handayani. 

Ma’ruf disambut hangat sekitar 10 ribu masyarakat Wonosobo. Saat berpidato, Ma'ruf menekankan kepada warga NU untuk menjaga keutuhan NKRI. Ma'ruf prihatin dengan kondisi bangsa menjelang pemilu. Hal tersebut sangat bertentangan dengan prinsip NU yang santun serta tidak memaksa. 

KH. Ma'ruf Amin saat berpidato di depan warga Nahdlatul Ulama Wonosobo, Jawa Tengah. (NET/Widodo Setiawan)

“(Pilpres) bukan perang, dia adalah kontestasi, tinggal kita pilih yang mana. Ini doanya doa perang,” kata Ma’ruf. Ketua MUI ini lalu menyitir dalam bahasa Arab, penggalan doa perang yang digunakan untuk kepentingan politik. “Ya Allah kalau golongan kami kalah engkau tidak disembah di bumi ini. Emangnya kamu siapa bilang begitu?” tukas Ma’ruf yang kemudian disambut riuh oleh warga NU.

Ma’ruf mengingatkan bahwa NU mengusung tri ukhuwah atau tiga persaudaraan. Pertama, Ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama umat Islam. Kedua, ukhuwah wathaniyah atau persaudaraan sebangsa setanah air meski berbeda agama dan suku. Ketiga ukhuwah insaniyah atau persaudaraan sesama manusia. “Bukan saling membenci, memusuhi. Itu prinsip yang dibawa Nahdlatul Ulama, makanya aman,” pungkas Ma’ruf.

WIDODO SETIAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments