hero
(HoneywithHornets)

EDITOR : VANNICO SOEKARNO

25 Maret 2019, 13:45 WIB

JEPANG

Produsen madu di Prefektur Oita, Jepang, baru-baru ini memicu kontroversi karena menjual madu dengan lebah mati di dalam stoples. Produk bernama Honey with Hornets itu mengandung lebah mati raksasa yang tergantung dalam cairan manis madu.

Keputusan menempatkan lebah mati di dalam stoples madu menimbulkan pertanyaan di kalangan konsumen. Bahkan, mereka menduga lebah raksasa tersebut masih hidup dan dibiarkan tenggelam dalam cairan kental madu.

Produsen madu mengklaim bahwa selain memberikan aspek dekoratif, esens dan ekstrak lebah mati yang tercampur dalam madu, membuatnya lebih sehat dan lezat.

Namun melalui situs webnya, perusahaan tersebut menyarankan tidak benar-benar memakan serangga dan hanya mengonsumsi madunya saja. Sebaliknya, serangga tersebut bisa diawetkan dalam alkohol dan dapat dijadikan souvenir. Meski sudah mati, konsumen wajib berhati-hati saat memegang serangga tersebut karena penyengatnya bisa membuat terluka.

Produk Honey and Hornets dijual secara online melalui e-commerce Jepang Rakuten dengan harga 1.260 yen atau sekitar Rp 157 ribu per botol ukuran 150 gram.

Meski tergolong mahal, namun bisa dijadikan souvenir. Tertarik untuk membelinya?

 

 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments