hero

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

21 Maret 2019, 21:51 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Berbicara tentang limbah, Indonesia tentu memiliki masalah besar mengenai hal ini. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2017 menunjukkan bahwa rakyat Indonesia menghasilkan lebih dari 65 juta ton limbah setiap harinya. Dan estimasinya hanya setengah dari jumlah limbah tersebut yang diolah secara tepat guna baik melalui daur ulang ataupun penimbunan tanah. Dalam sesi diskusi sembari makan siang di kediaman Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua New Guinea dan ASEAN, H.E. Mr. Rasmus Abildgaard Kristensen di bilangan Kebayoran Baru, menerangkan bahwa Indonesia membutuhkan kesadaran tinggi dalam menjalankan pengelolaan limbah berkelanjutan dengan pendekatan ekonomi sirkuler.

Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua New Guinea dan ASEAN, H.E. Mr. Rasmus Abildgaard Kristensen berdiskusi dengan awak media sembari makan siang di Danish Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/3). (NETZ/Albert Williancoen)

"Kuncinya adalah kesadaran dari pada masyarakat itu sendiri. Mengenai bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanganan limbah dengan konsep ekonomi sirkuler", ujar Dubes Denmark, H.E. Mr. Rasmus Abildgaard Kristensen di Danish Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Maret 2019.

Dubes Denmark menceritakan bahwa 20 tahun silam, negaranya masih menangani sampah persis seperti yang terjadi di Indonesia pada saat ini. Dimana saat itu sampah hanya dikumpulkan tanpa dimanfaatkan secara maksimal. Namun kini, penanganan sampah di negaranya telah dilakukan dengan menggunakan teknologi yang memungkinkan sampah didaur ulang menjadi salah satu sumber energi terbarukan, untuk pengadaan listrik disamping tenaga angin dan tenaga matahari. Dahulu, Denmark menggantungkan ketersediaan sumber energinya dari negara lain namun kini, Denmark bahkan harus mengimpor sampah dari Inggris sebab negaranya tidak lagi memiliki cukup sampah untuk didaur ulang menjadi sumber energi.

Pentingnya usaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah berkelanjutan dengan konsep ekonomi sirkuler menjadi agenda utama diskusi Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua New Guinea dan ASEAN, H.E. Mr. Rasmus Abildgaard Kristensen dengan awak media di Danish Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (21/3). (NETZ/Albert Williancoen)

Dubes Rasmus menambahkan bahwa di Copenhagen, Denmark, terdapat pabrik besar pengolahan limbah yang diubah menjadi energi yang letaknya tepat ditengah-tengah kota. Pabrik ini bahkan didesain menjadi ruang publik tempat bermain ski dan playground keluarga. Penanganan limbah secara tepat di Denmark bahkan dapat menjadi sumber pemasukan bagi anggota masyarakatnya. Limbah terutama kemasan plastik memiliki nilai ekonomis tinggi, dan di Denmark, setiap keluarga dapat menukarkan limbah plastiknya dengan sejumlah uang melalui mesin penerima sampah.

 

Di Indonesia, konsep ekonomi sirkuler ini pada intinya memperpanjang masa pakai sampah menjadi sesuatu yang berdaya guna untuk dimanfaatkan kembali sebagai alternatif bahan baku atau didaur ulang menjadi produk baru. Prinsip dari ekonomi sirkuler ini sejalan dengan Undang-Undang No 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Pemerintah No 81/2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga yang mana sesuai dengan slogan 3R yakni pengurangan (Reduce), guna ulang (Reuse), dan daur ulang (recycle). Usaha untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya penanganan limbah dengan konsep ekonomi sirkuler ini harus terus didorong oleh pemerintah, tentu saja dengan dengan menggandeng para pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, industri daur ulang, bank sampah, juga kelompok masyarkat.

NETZ | ALBERT WILLIANCOEN

5

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments