hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

20 Maret 2019, 14:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM, Wiranto mengadakan rapat video telekonferensi dengan seluruh komponen yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, Rabu pagi. Rapat ini membahas kesiapan pengamanan jelang dimulainya masa kampanye terbuka hingga saat penghitungan suara mendatang di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta. 

Acara turut dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua KPU Arief Budiman, Ketua Bawaslu Abhan, serta Wakil Kepala BIN Letjen TNI (Purn.) Teddy Lhaksmana. Wiranto memastikan pemilu akan berjalan aman, lancar, dan sukses. Aman tidak ada gangguan saat penyelenggaraan. Lancar dalam hal instrumen pemilu berjalan sesuai prosedur. Sukses dimana masyarakat dapat memilih pemimpin yang berpotensi dan berkualitas. 

Saat memberikan keterangan kepada pers, Wiranto juga menekankan kewaspadaan terhadap penyebaran hoax yang menyebabkan ketakutan di masyarakat. Wiranto bahkan mencontohkan beberapa isu yang patut diwaspadai. “Tentang adanya isu dan hoax bahwa pemilu akan rusuh, sebelum pemilu akan ada gerakan massa. Setelah pemilu akan ada people power, saya sendiri heran kenapa isu dilemparkan? Padahal keadaan damai-damai saja, tidak ada sesuatu yang yang ekstrim,” papar Wiranto. 

Menko Polhukam Wiranto (kedua kiri) didampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (kedua kanan) dan Ketua KPU Arief Budiman (kanan) memimpin rapat koordinasi kesiapan pengamanan tahapan masa rapat umum (kampanye terbuka)  tahapan penghitungan suara di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (20/3/2019). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Wiranto mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa menyebarkan hoax sama artinya dengan melakukan gerakan teror yang akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kepada para penyebar hoax, kita sampaikan bahwa hoax, isu yang menteror masyarakat, itu adalah gerakan teror. Aparat keamanan akan menindak tegas persoalan itu dengan kemampuan yang ada. Kita juga instruksi kepada aparat kemaanan untuk menindak tegas teror kepada masyarakat yang membuat masyarakat ketakutan,” pungkas Wiranto. 

Jumlah aparat gabungan, polisi maupun TNI yang akan dikerahkan berjumlah 593.812 personel di seluruh Indonesia. Seluruh ancaman, gangguan, dan hambatan telah ditransformasikan dalam indeks kerawanan pemilu. Aparat kini telah disiagakan untuk mengenali, menemukan, dan mengatasi masalah tersebut. 

ANJANA DEMIRA | EDWAN NURVICKTA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments