hero
(GUARDIAN)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

11 Maret 2019, 17:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Penyelidikan terhadap jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Laut Jawa kembali dipertanyakan setelah pesawat ET 302 milik Ethiopian Airlines yang bertipe sama, jatuh di Hejere, dekat Bishoftu, Ethiopia. Hal tersebut dinilai mengkhawatirkan, mengingat di Indonesia masih beroperasi 11 pesawat dengan tipe Boeing 737 Max 8.

Terkait hal itu, Kepala KNKT Soerjanto menjelaskan bahwa penelitian terhadap jatuhnya Boeing 737 Max 8 hingga saat ini masih terus berjalan. KNKT masih meneliti kemungkinan adanya kesalahan pelatihan yang dilakukan Boeing hingga pesawat mengalami kecelakaan.

Puing pesawat Ethiopian Airlines tipe Boeing 737 Max 8 yang jatuh di dekat Addis Ababa, Ethiopia. (THE REPORTER)

Meski demikian KNKT belum bisa memberikan kesimpulan akhir seputar penyebab kecelakaan Lion Air JT610. “Apakah hal itu memungkinkan terjadinya accident. Apakah training-training atau masukan dari pabrik juga sudah mencukupi untuk pencegahan itu atau tidak?” papar Soerjanto. 

Meski kesimpulan akhir belum keluar, namun KNKT akan memberikan kajiannya kepada Kementerian Perhubungan sebagai regulator. Kementerian Perhubunganlah yang nantinya akan mengambil keputusan, apakah Boeing 737 Max 8 masih diperbolehkan terbang atau dilarang terbang untuk sementara waktu. 

Petugas gabungan Basarnas, PMI, dan Polri saat mengevakuasi puing pesawat Lion Air JT 610 pascakecelakaan, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (29/10/2018). Pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang sebelumnya mengalami "lost contact", ditemukan jatuh di perairan Laut Utara Karawang, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

“Nanti kalau kita pandang memang diperlukan tindakan-tindakan khusus akan kita sampaikan. Yang akan menyampaikan adalah regulator karena yang punya hak untuk mengambil tindakan itu regulator,” kata Soerjanto.

KNKT berencana menggelar rapat dengan Kementerian Perhubungan pada pekan depan untuk kembali mengkaji kelayakan pesawat Boeing 737 Max 8 ini. “Dari Kementerianlah yang akan menindaklanjuti, kalau KNKT ya kita tetap dalam ranahnya investigasi,” pungkas Soerjanto. 

GINANJAR HANGGARAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments