hero
(NET/Yudha Wardhana)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

26 Februari 2019, 16:45 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Sidang perkara pencemaran nama baik dengan terdakwa Ahmad Dhani Prasetyo dilangsungkan di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya dengan mendengarkan keterangan empat orang saksi. Keempatnya adalah saksi pelapor Khusnul Eko Pujianto, Edi Firmanto, Kapolsek Tegalsari David Trio Prasetyo, serta Siti Rafika selaku teman dari terdakwa. 

Dalam keterangannya, saksi pelapor Edi Firmanto menyatakan pelaporan Ahmad Dhani ke polisi dilakukan karena ucapan terdakwa melalui vlog yang dianggap menghina dan merendahkan pribadi pelapor termasuk koalisi Bela NKRI yang saat itu berada di depan Hotel Majapahit Surabaya. "Saya merasa dihina dan dilecehkan, saya bersama kawan-kawan yang di luar sana, terhina sekali, karena saya tidak idiot , saya bisa melihat, IQ saya juga enggak jongkok-jongkok banget, bisa dicek," kata Edi.

Ahmad Dhani menyimak keterangan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya. (NET/Yudha Wardana)

Sementara itu, terdakwa Ahmad Dhani mengaku keberatan dengan keterangan saksi pelapor. Selain karena saksi tidak ada di Hotel Majapahit, keterangannya juga dianggap tidak sesuai. Sidang pencemaran nama baik dengan terdakwa Ahmad Dhani ini akan kembali digelar pada Selasa 5 Maret  mendatang dengan agenda keterangan saksi.

Musisi Dewa 19 ini tiba di PN Surabaya, pukul 10.20 WIB. Dhani memakai baju putih dan peci hitam. Sesampainya di pengadilan, Dhani sempat mengacungkan buku Indonesia Menang karya Prabowo Subianto. Dalam perkara pencemaran nama baik lewat ujaran 'idiot' ini Dhani didakwa dengan Pasal 45 Ayat 3 juncto Pasal 27 Ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang UU ITE. 

Ahmad Dhani memberikan tanggapan atas pernyataan saksi di Pengadilan Negeri Surabaya. (NET/Yudha Wardana)

Kasus ini mencuat karena Dhani membuat vlog yang di dalamnya terdapat ucapan 'idiot' saat ia akan menghadiri deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya, 26 Agustus 2018 silam. Dhani kemudian dilaporkan oleh aktivis Koalisi Bela NKRI ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim). 

YUDHA WARDANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments