Para pecinta sate kambing pasti tahu betul sensasi kelembutan dan kekenyalan tekstur daging. Serta cita rasanya yang gurih dan lumer di mulut. Namun, alih-alih menggunakan kambing, ada sebuah warung makan di Dusun Siluk, Selopamioro, Imogiri, Bantul, yang memilih alternatif lain untuk diolah menjadi sajian sate yang enggak biasa.

Sang pemilik warung memilih sidat sebagai penggantinya, yaitu sejenis ikan yang hidup di air tawar dan air asin, serta makin langka keberadaannya. Ikan sidat sendiri sudah lazim dan menjadi komoditas yang diminati pasar internasional seperti Jepang, Korea, dan Cina.

Cara mengolahnya enggak jauh berbeda, yatu ikan dipotong, lalu ditusukkan pada jeruji besi agar tingkat kematangannya merata. Kemudian barulah sate sidat dibakar selama 10 menit, sambil diolesi bumbu khas yang gurih. Yang merupakan campuran bawang, garam, daun jeruk, serta bermacam rempah lainnya.

Sate sidat pun kini makin terkenal, enggak kalah dengan sajian sate klatak atau tongseng, kuliner tradisional yang menggunaka olahan daging kambing. Soalnya, sidat merupakan bahan pengganti yang rendah kolesterol tapi tetap enak di lidah. Kandungan gizi di dalamnya bahkan lebih tinggi dari ikan tuna.

Enggak heran, para pemburu kuliner pun banyak yang penasaran mencicipi inovasi sate sidat ini. Meski merupakan kelompok ikan, kamu enggak akan kehilangan tekstur daging yang empuk dan kenyal.

Selain sate dan tongseng, sidat juga diolah dengan bumbu rica-rica, sop, pepes, kicik, hingga bakso sidat. Seporsi menu di warung makan bernama Omah Sidat ini dibanderol harga Rp21 ribu saja. Nah, silakan mencoba! Makanan sehat bisa tetap enak dan murah juga kan!

 

SLAMET LESTIORO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments