hero
(NET/Noventri Ario Putra)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

13 Februari 2019, 14:25 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil membantah adanya tudingan bahwa dirinya melanggar aturan kampanye di Garut, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Ridwan Kamil usai mengunjungi kediaman Cawapres Ma'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Selain mempererat silaturahmi, kedatangan pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga untuk mengklarifikasi kegiatannya di Garut, Jawa Barat yang menuai aduan ke Bawaslu oleh Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB).

Ridwan Kamil memberi keterangan kepada pers di kediaman KH. Ma'ruf Amin. (NET/Noventri Ario Putra)

TAIB mensinyalir adanya pelanggaran Undang-undang Pemilu yakni melakukan deklarasi di hari peringatan Nahdlatul Ulama di Garut dengan membawa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat.

Menanggapi tudingan itu, Emil menegaskan bahwa pada saat acara deklarasi berlangsung, dirinya tidak membawa statusnya sebagai Gubernur melainkan sebagai tokoh Jawa Barat.

BACA JUGA:
Dituding Berkampanye di Luar Jadwal, Ridwan Kamil Dilaporkan ke Bawaslu

Ridwan Kamil saat menghadiri deklarasi dukungan kepada Jokowi-Amin di Garut. (NET)

“Saya klarifikasi, kegiatannya terbagi dua, satu harlah NU, kedua deklarasi. Di panggungnya jelas ada nomornya. Jadi acara itu memang acara deklarasi. Saya juga tidak pidato di acara yang pertama. Pidato di acara yang ke-2. Kapasitasnya MC juga menyebut tokoh Jawa Barat, tidak membawa yang namanya jabatan,” tutur Ridwan Kamil.

Emil menambahkan bahwa dirinya taat aturan karena hadir di akhir pekan, tidak saat hari kerja dan tidak berkampanye di acara formal. “Tapi ya saya paham apa yg dilakukan hari ini mungkin orang iseng-iseng aja bikin tafsir, dilaporkan ke Bawaslu. Saya kira itu resiko,” lanjut mantan Wali Kota Bandung ini.

Ridwan Kamil berada di acara Nahdlatul Ulama di Garut, Jawa Barat. (NET)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dilaporkan sejumlah advokad yang tergabung dalam TAIB ke Bawaslu terkait dugaan melanggar Undang-undang Pemilu.

Emil mereka nilai berkampanye di luar jadwal saat menghadiri acara NU di Garut tersebut. Menurut mereka kampanye metode rapat umum baru boleh dilakukan 21 hari jelang masa tenang, yaitu 24 Maret-13 April 2019.

NOVENTRI ARIO PUTRA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments