hero
Ilustrasi seseorang yang sedang emosi. (INSTAGRAM/ lambe_turah)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

11 Februari 2019, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Sering kali kita mengaitkan perilaku berlebihan seseorang dengan karakternya. "Ah, dia kasar, memang orangnya begitu!" Biasanya kalimat tersebut yang kerap jadi respon kebanyakan orang saat menghadapi orang lain yang dianggap temperamen atau emosi berlebihan.

Temperamen sering dianggap sebagai karakter seseorang. (MEDICALNEWSTODAY)

Padahal, dua psikoterapis Amerika, Aaron T. Beck dan Arthur Freeman telah mengungkap beberapa rahasia di balik sikap temperamen manusia dalam buku mereka. Yang berjudul Cognitive Therapy of Personality Disorders.

Salah satu gejala khas dari gangguan ini adalah perubahan pendapat yang tajam. Meski sebenarnya enggak sepenuhnya berlawanan. Katakanlah, hari ini kamu bilang enggak akan makan malam karena takut gemuk. Tapi lusanya kamu makan dua porsi di malam hari.

Buku berjudul Cognitive Therapy of Personality Disorders. (GUILFORD PRESS)

Tentu saja, impulsif sederhana ini enggak menyembunyikan bahaya apa pun. Namun, kalau dikikuti dengan tingginya temperamen enggak terkontrol. Yang akan menjadi korban adalah orang-orang yang berada di lingkungan sekitar, hubungan persahabatan, dan percintaan yang enggak stabil.

Misalnya meributkan hal kecil dengan pasangan hingga bertengkar hebat dan menyakitinya. Atau kasus lain seperti enggak terima ditilang saat melakukan kesalahan dalam berkendara. Respon kamu malah marah-marah ke polisi. Atau mengamuk sambil merusak barang-barang di sekitar.

Belum lagi perubahan suasana hati tanpa alasan yang jelas dan perasaan bosan kronis. Misalnya baru saja kamu terlihat senang hingga tertawa terbahak-bahak. Sedetik kemudian kamu bisa langsung emosi hanya karena sedikit saja ada hal yang enggak kamu inginkan tejadi.

Terapi temperamen bisa dilakukan dengan cara mengontrol kemarahan dan mengikuti berbagai pelatihan tentang identifikasi diri. (Dr Gregory Jantz)

Catat ya, seperti yang dilansir dari Brightside, dalam buku Cognitive Therapy of Personality Disorders tersebut dikatakan temperamen bukanlah karakter seseorang, melainkan gangguan kepribadian yang harus disembuhkan. Profilaksis yang baik untuk ini adalah manajemen kemarahan dan berbagai pelatihan tentang identifikasi diri. Kontrol diri dengan hadiah kecil juga bisa membantu. Misalnya kalau kamu bisa mengontrol diri hari ini, kamu bisa hadiahi diri kamu dengan membeli makanan kesukaan.

 

 

BRIGHTSIDE| COGNITIVE THERAPY OF PERSONALITY DISORDERS BOOK

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments