hero
(ISTIMEWA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

6 Februari 2019, 16:30 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Proses pemindahan Ahmad Dhani dari rutan Cipinang ke rutan Medaeng Jawa Timur hari ini dipastikan gagal. Hal ini terjadi karena kuasa hukum Ahmad Dhani menolak proses pemindahan yang dianggap cacat administrasi. Mereka menegaskan kejaksaan tidak bisa semena-mena memindahkan Dhani. 

Saat ini suami Mulan Jameela itu masih menjalani proses hukum banding di Pengadilan Tinggi usai divonis 1,5 tahun penjara oleh hakim PN Jakarta Selatan atas kasus ujaran kebencian. “Ya karena pertama ada jadwal sidang besok. Itu memang tugas jaksa hadirkan Dhani tapi Dhani disini. Permohonannya melampaui kewenangan. Harusnya hadirkan dan pulang lagi ke sini (Rutan Cipinang),” kata kuasa hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian. 

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah (kiri) dan Fadli Zon memberikan keterangan kepada media saat tiba di Rutan Cipinang, Jakarta, Rabu (6/2/2019). Kedatangan keduanya tersebut untuk menjenguk musisi Dhani Ahmad Prasetyo alias Ahmad Dhani. (ANTARA FOTO/Putra Haryo Kurniawan)

Usai menemui Ahmad Dhani, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menuding adanya ketidakadilan hukum atas musisi grup Dewa itu. “Apakah jaksa punya hak eksekusi? Atau hak pinjam? Ternyata jaksa tidak punya hak eksekusi kembali. Jaksa cuma punya hak pinjam, Dhani lagi banding,” ujar Fahri Hamzah.

Hal ini diamini oleh Fadli Zon. “Saya kira Pak fahri sudah sangat jelas. Tidak bisa ada penetapan dua kali. Dhani juga menolak. Keselamatannya terganggu. Ini aneh, persoalan prosedur ada intervensi politik,” tukas Fadli.

Terkait penundaan ini pihak rutan mengakui adanya koordinasi antara kejaksaan Surabaya dan Jakarta. Pihak rutan Cipinang memastikan Ahmad Dhani dalam keadaan baik. “Masih koordinasi jaksa Jakarta dan jaksa Surabaya. Kapan pelaksanaannya kita tunggu. Kita siapkan kalau dipinjam sepanjang surat-suratnya sudah lengkap pasti kita izinkan,” papar Kepala Rutan Cipinang, Oga Darmawan.

Ahmad Dhani (kiri) dan Mulan Jameela (kanan). (INSTAGRAM @mulanjameela1)

Ahmad Dhani divonis 1,5 tahun penjara atas kasus ujaran kebencian. 7 Februari besok rencananya Dhani akan menjalani sidang baru terkait kasus hukum ujaran kebencian di Surabaya, Jawa Timur. Ia berurusan dengan hukum setelah dipolisikan ormas yang tidak terima disebut idiot oleh Ahmad Dhani.

Awal mula kasus ini saat Ahmad Dhani akan menghadiri Deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya dan dihadang massa ormas Bela NKRI. Saat itu dalam vlognya, Ahmad Dhani menyebut para penghadangnya 'idiot'. Usai peristiwa itulah Ahmad Dhani kemudian dilaporkan oleh massa Bela NKRI ke Polda Jatim.

NOVA YULHENDRI 

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments