hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

31 Januari 2019, 16:25 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Setelah dijatuhi vonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam perkara ujaran kebencian melalui medsos, Ahmad Dhani akan kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan kasus serupa. Dalam perkara yang ditangani Polda Jatim, Dhani menjadi tersangka kasus dugaan ujaran kebencian melalui vlognya sehingga diancam pidana Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Untuk memudahkan tahapan persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah mengajukan permohonan pemindahan penahanan Dhani ke Surabaya. “Jadi karena itu ada 2 tempat, Jakarta dan Surabaya, sehingga kami telah mengirim surat permohonan  kepada Pengadilan Negeri untuk bisa memindahkan yang bersangkutan ke Surabaya, sepanjang melakukan persidangan di Surabaya,” kata Kepala Kejari Surabaya, Teguh Darmawan.

Terpidana kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani berada di mobil tahanan seusai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Senin (28/1/2019). Majelis hakim memvonis Ahmad Dhani dengan hukuman satu tahun enam bulan penjara, dan atas putusan hakim tersebut kejaksaan langsung menahan terpidana. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Teguh menambahkan kini pihaknya tinggal menunggu penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Karena inikan sekali lagi untuk efisiensi dan waktu tempat, karena kalau setiap minggu terbang kan enggak efisien,” lanjut Teguh.

Ahmad Dhani ditetapkan tersangka oleh Polda Jatim dalam perkara pencemaran nama baik setelah video vlognya dilaporkan karena menyebut kata idiot saat menggelar deklarasi tagar #2019gantipresiden di Surabaya beberapa waktu lalu. Rencananya kasus ini akan mulai disidangkan pada 7 Februari 2019 mendatang.

Ahmad Dhani saat mengikuti kegiatan kampanye Pilpres 2019. (INSTAGRAM @mulanjameela1)

Sementara itu, penahanan Dhani di LP Cipinang karena jatuhnya vonis Majelis Hakim PN Jaksel, yang diketuai Ratmoho. Dalam sidang putusan, 28 Januari 2019 lalu, majelis hakim memvonis Ahmad Dhani hukuman penjara selama 1,5 tahun (18 bulan). Dhani terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana ujaran kebencian lewat cuitan di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST. 

Menurut hakim, Dhani dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh menyebarkan informasi yang menunjukkan rasa kebencian sehingga melanggar Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 

JULI SUSANTO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments