hero
Struk belanja. (PIXABAY)

EDITOR : FIRZA ARIFIEN

23 Januari 2019, 10:15 WIB

SPANYOL

Kamu punya kebiasaan menyimpan struk belanja atau struk ATM? Jika iya, segera buang karena struk belanja atau ATM tersebut mengandung BPA atau bahan yang bisa memicu kanker. Waduh serem ya?!

Sebenarnya apa sih BPA dan kenapa efeknya bisa sangat berbahaya bagi kesehatan manusia? Jadi begini, BPA atau bisphenol A merupakan bahan yang digunakan untuk mengeraskan plastik. Seperti botol air, lapisan makanan, minuman kaleng, sealant gigi, compact disc, hingga perangkat medis.

Sekarang coba perhatikan apakah botol air atau bekal makanan kamu sudah terdapat tulisan ‘BPA FREE’? Jika tidak ada, sebaiknya kamu ganti dengan kemasan berlabel bebas BPA. Ini penting karena sejak 2008, pemerintah Amerika Serikat sudah mengkampanyekan bahaya paparan dari BPA. 

Struk belanja. (NORMALNESS)

Seiring waktu, paparan BPA tidak hanya terdapat di kemasan makanan dan minuman, tapi juga menyasar ke kertas termal. Nah kertas termal ini banyak dipakai di penjualan ritel, seperti kasir berupa nota pembelian, kuitansi, struk belanja, struk ATM, dan 90% mengandung zat berbahaya pemicu kanker. BPA dalam kandungan struk sendiri akan membuat tulisan terlihat lebih gelap meski tanpa menggunakan tinta.

Nah bahayanya, BPA pada kertas termal bagi manusia khususnya janin, bayi, dan anak-anak adalah mengganggu kadar hormon normal, bayi prematur, autisme, dan perkembangan otak. Kelompok tersebut paling rentan terpapar BPA karena tubuh mereka masih berkembang dan belum bisa menghilangkan zat asing dari tubuh secara optimal. Sedangkan untuk kelompok remaja ke atas bisa menggangu kesuburan, ADHD, obesitas, jantung, diabetes, dan pubertas dini.

Struk belanja. (DEPOSIT PHOTOS)

Parahnya lagi, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa BPA kertas termal jauh lebih berbahaya dari BPA plastik. Massa total BPA kertas termal bisa mencapai 250-1.000 kali lebih besar dari BPA pada kemasan plastik, kaleng makanan, kaleng susu formula dan botol bayi plastik.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita menghindari menyimpan struk termal di dalam tas, dompet, dan mobil atau di mana pun menurut Professor Nicolas Olea, dari Universitas Granada, Spanyol. Penelitian menganalisis 112 struk kertas termal dan tiket dari Brasil, Spanyol, dan Perancis.

“Kita dapat mengenali jenis kertas ini karena langsung berubah warna menjadi hitam jika kita meletakkannya dekat dengan sumber panas seperti korek api,” kata Professor Olea.

Struk belanja. (WEMU)

Para peneliti juga mengingatkan kita  agar berhati-hati dalam menangani struk tersebut. Contohnya, kita tidak boleh bersentuhan dengan makanan seperti daging atau ikan setelah bersentuhan dengan struk tersebut. Mereka juga menganjurkan untuk tidak menyimpan struk dalam saku dan lebih baik membuangnya. Jika terkontaminasi kertas termal, segera cuci tangan.

Perlu diingat, hindari pembersih tangan berbahan dasar alkohol setelah terpapar struk termal karena alkohol justru membantu meningkatkan penyerapan BPA ke kulit khususnya jari manusia.

“Sering terjadi, satu-satunya yang kamu temukan adalah bubuk putih halus saat mengeluarkannya dari tas atau dompet. Bubuk putih itu adalah BPA yang menempel di jari-jari kamu”, ujar Professor Olea.

So, apa kamu masih mau menyimpan struk belanja atau struk ATM di dalam dompet?

VANNICO SOEKARNO | DAILY MAIL | THE VERGE

3

shares
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments