hero
(ANTARA)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

18 Januari 2019, 20:30 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra menjenguk terpidana teroris Ustaz Abu Bakar Ba’asyir di Lapas Gunung Sindur Bogor, Jumat siang. Kedatangan Yusril untuk mengurus proses pembebasan pimpinan dari Jamaah Anshoru Tauhid (JAT) berdasarkan perintah dari presiden dengan alasan kemanusiaan.

“Ada niatan Presiden untuk membebaskan beliau dan memang sudah saatnya beliau untuk dibebaskan karena dipidana selama 15 tahun dan sampai sekarang sudah menjalani pidana 9 tahun, jadi sudah saatnya untuk bebas,” kata Yusril. 

Kuasa hukum capres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra (kanan) mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (tengah) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat , Jumat (18/1/2019). Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan alasan kemanusiaan karena usia yang sudah tua dan dalam keadaan sakit serta memerlukan perawatan. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) ini juga menyatakan bahwa Presiden telah meminta agar Baasyir dibebaskan tanpa syarat-syarat yang memberatkan. “Keadaan beliau memang sudah sangat lanjut usianya, 81 tahun dan kakinya bengkak. Pak Abu Bakar Ba’asyir sudah setuju untuk kembali ke kampung halaman beliau di Solo dan akan tinggal di rumah anaknya,” lanjut Yusril.

Sementara itu, Ba’asyir menanggapi baik inisiatif Yusril. “Perasaannya ya bersyukur pada Allah, kalau memang Allah nanti mengizinkan, jadi bersyukur pada Allah dan kita doakan supaya Pak Yusril diberi pahala yang banyak,” tutur Baasyir.

Yusril Ihza Mahendra (kanan) saat mengunjungi narapidana kasus terorisme Abu Bakar Baasyir (kiri) di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Sementara itu, ditemui usai melakukan peninjauan rumah susun di Pondok Pesantren Darul Arqom, Garut, Jawa Barat, Presiden Joko Widodo menyatakan jika pembebasan Ba’asyir dilakukan dengan alasan kemanusiaan. Menurutnya, keputusan ini telah melalui pertimbangan panjang.

“Ini sudah pertimbangan lama. Sudah sejak awal tahun yang lalu. Pertimbangan lama Kapolri, kita, Menkopolhukam, dan dengan pakar-pakar. Terakhir dengan Pak Profesor Yusril Ihza Mahendra. Tadi saya sampaikan pertimbangan kemanusiaan dan juga karena yang berkaitan dengan peralatan kesehatan,” pungkas Jokowi.

DEDI JUMHANA | WILI AZHARI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments