hero
(Milo Suam)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

16 Januari 2019, 17:05 WIB

MALAYSIA

Mengaduk-ngaduk tumpukan sampah demi bisa menemukan barang yang masih bisa dijual. Inilah yang selalu dilakukan oleh dua orang bocah asal kota Klang, Malaysia. Kedua bocah yang masih duduk di bangku sekolah ini terpaksa harus menjadi seorang pengemis demi bisa mendapatkan uang sendiri dan meringankan beban orang tua mereka. 

Dikutip dari laman World Of Buzz pada 14 Januari 2019, kisah kedua bocah ini mulai terkuak saat foto keduanya tersebar di media sosial. Melalui foto yang diunggah akun Facebook milik Mohd Shahrizad, dua bocah yang tidak diketahui namanya ini terlihat mengais sampah dengan menggunakan seragam pada pukul 05.30 pagi waktu setempat. 

(Milo Suam)

Merasa penasaran dengan kedua bocah itu, Shahrizad pun bercerita kalau ia langsung menghampiri dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan.

"Aku biasanya pergi ke pasar seitar pukul 05.30 pagi. Setelah membeli sejumlah barang, aku pun kembali ke mobil. Saat itulah saya melihat dua anak ini dan bertanya apa yang kalian berdua lakukan?" ungkap Shahrizad.

(Milo Suam)

 Mendengar pertanyaan Shahrizad, salah satu anak tersebut lalu memberikan jawaban yang cukup menyedihkan. "Kami mencari barang untuk dijual. Kami butuh uang saku untuk sekolah,” ungkap salah satu bocah tersebut.

Merasa kasihan dengan kedua anak tersebut, Shahrizad kemudian memutuskan untuk memberikan uang kepada bocah itu sebelum meninggalkan pasar. Kisah yang dibagikan Shahrizad ini kemudian terdengar sampai ke telinga anggota dewan Klang.

(Milo Suam)

Salah satu anggotanya yang bernama Azmizam Zaman Huri kemudian pergi ke pasar tersebut keesokan harinya pada pukul 4.30 pagi. Ia datang dengan harapan mendapatkan informasi lebih lanjut tentang kedua bocah tersebut dan keluarganya.

Setelah menerima informasi dari pedagang dan pembeli, Azmizam pun berhasil melacak kedua saudara kandung tersebut. Ternyata kedua bocah tersebut adalah anak dari  pengungsi Rohingya yang berada di Malaysia.

(Milo Suam)

Ayah dari kedua bocah tersebut diketahui bekerja sebagai kuli di pasar dan hanya mendapatkan upah sebesar 50 Ringgit. Sementara ibunya bekerja sebagai pemulung untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Usai mendapatkan informasi mengenai tempat tinggal kedua bocah itu, Azmizam pun menyambangi rumah mereka dan memberikan sejumlah bantuan. Ia pun tak lupa membelikan seragam untuk kedua bocah tersebut agar bisa pergi ke sekolah dengan layak.

WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments