hero
(NET/Yopi Andrias)

EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

15 Januari 2019, 17:20 WIB

JAWA BARAT, INDONESIA

Deklarasi menolak kegiatan kampanye di tempat ibadah digelar di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Selasa siang. Acara dihadiri pimpinan Polres, Kodim 0613, Kejaksaan Negeri (Kejari), pemerintah daerah, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Forum Kerukunan Umat Beragama. 

Deklarasi ini sebagai langkah preventif bagi para peserta pemilu legislatif dan Pilpres 2019 agar tidak melanggar Undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam UU tersebut disebutkan sejumlah tempat yang dilarang digunakan untuk aktifitas kampanye antara lain: tempat ibadah, fasilitas pemerintah, dan juga sekolah. Tak tanggung-tanggung, sanksi bagi pelanggar aturan pemilu ini diancam hukuman 2 tahun penjara.

Spanduk penolakan penggunaan tempat ibadah sebagai tempat kampanye politik. (NET/Yopi Andrias)

“Mencegah, mengingatkan pelaksana kampanye agar tidak berkampanye di tempat ibadah karena berdasarkan Undang-undang Pemilu nomor 7 tahun 2017 bahwa kampanye tidak boleh dilakukan di fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan sekolah. Itu tercatat di Pasal 280 ayat 1A dan ada sanksinya 2 tahun kurungan penjara,” kata Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso.

Berdasarkan data Bawaslu, di Kabupaten Ciamis belum ditemukan adanya pelanggaran kampanye di tempat ibadah. Sebagai langkah preventif, unsur Muspida bekerjasama dengan KPU, Bawaslu, dan ulama telah mencetak sebanyak 300 spanduk yang akan disebar dan dipasang di tempat ibadah seperti masjid, gereja, klenteng, dan lainnya. Adanya deklarasi ini diharapkan seluruh peserta pemilu dapat menaati aturan dan mewujudkan pemilu yang damai sejuk serta kondusif.

YOPI ANDRIAS

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments