hero
(NET.CJ/Ahmad Sugeng Laksono)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

15 Januari 2019, 06:05 WIB

KOTA MALANG, INDONESIA

Goresan tinta beraneka warna satu per satu ia bubuhkan di atas kanvas putih. Pemandangan Gunung Bromo yang elok jadi objek lukisan yang ia buat. Bukan dengan tangan, melainkan menggunakan kedua kakinya. Itulah Sadikin, nama pelukis difabel asal Malang,  Jawa Timur itu. 

Sadikin terlahir tidak memiliki kedua tangan, meski begitu cita-citanya untuk menjadi seniman tak surut. Terbukti, beranjak dewasa, hari demi hari ia lalui dan berhasil menjadi pelukis. Kakinya enggak kalah cepat dengan tangan pelukis normal pada umumnya.

(NET.CJ/Ahmad Sugeng Laksono)

Berkat kegigihannya, lukisan Sadikin diakui di kancah internasional. Sadikin menjadi salah satu dari empat perwakilan Indonesia di Association of Mouth and Food Painting Artist di Swiss. Meski sudah memiliki nama, namun masih ada harapan di hati Sadikin.

"Harapan kita itu setiap tahun ada penyelenggaraan seperti ini sehingga saya bisa menunjukkan kreativitas kepada masyarakat," ujar Sadikin.

(NET.CJ/Ahmad Sugeng Laksono)

Lahir pada 29 Oktober 1966, Sadikin mulai melukis sejak memasuki bangku SMA. Tak ada yang mengajarinya, kemampuan melukisnya diperoleh secara otodidak. Lukisan Sadikin kebanyakkan beraliran impreasionis yang menggunakan cat akrilik. 

Lewat karyanya, ia ingin memberikan pesan semangat kepada masyarakat Indonesia khususnya anak muda agar terus mengejar cita-cita meski dalam keterbatasan. 

AHMAD SUGENG LAKSONO

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments