hero
(INSTAGRAM kh_m_arifin_ilham)

EDITOR : RIKHA INDRIASWARI

11 Januari 2019, 07:50 WIB

JAKARTA, INDONESIA

Pendakwah kondang, K.H. Muhammad Arifin Ilham atau biasa dikenal Ustaz Arifin Ilham sedang berjuang menghadapi penyakitnya. Yakni kanker kelenjar getah bening stadium 4A.

Setelah melakukan pengobatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kencana, Jakarta Pusat, Kamis pagi pria berusia 49 tahun ini diberangkatkan ke Penang, Malaysia. Untuk menjalani serangkaian pengobatan yang tengah diidapnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Abi senang nak, ada hikmah dibalik sakitnya abi, sejenak kita semua melupakan perbedaan kita, dan semua berdoa untuk kesembuhan abi, semoga seterusnya kita bisa seperti ini, tidak hanya sekarang, aamiin” - Abi @kh_m_arifin_ilham Saya tertawa kecil melihat komentar2 netizen ketika pak @jokowi datang langsung menjenguk abi. Ada yang bilang abi saya selama ini benci pak jokowi, padahal mereka gak ada bukti. Ada yang bilang pak jokowi hatinya sangat baik karena masih mau menjenguk abi saya yang selama ini menghina dan mencaci maki pak jokowi. Sekali lagi, gak ada buktinya. Apa mereka tidak tau kalo abi saya sudah lama akrab dengan pak jokowi. Meskipun berbeda pandangan dan pendapat, tidak menghalangi kita untuk saling menyayangi dan menghormati. Saya masih ingat betul beberapa waktu lalu abi bilang langsung ke saya, kalo abi itu akrab dan dekat dengan pak jokowi. Abi juga bilang siapapun presidennya kita harus tetap hormati dan taati, jika ada salah, ingatkan dengan cara yang baik dan tidak melewati batas. Jangan sampai perbedaan pandangan politik, membuat kita bodoh dan lupa, bahwa kita ini sama2 rakyat indonesia dan sama2 menginginkan yang terbaik untuk NKRI tercinta ini. Saya selaku anak Abi @kh_m_arifin_ilham Mengucapkan terimakasih atas doa dan waktunya, semoga Allah membalas kebaikan bapak, dan semoga Abi saya disehatkan kembali, aamiin. Siapapun pilihan kita nanti, jangan lupakan kalo kita sama2 ingin yang terbaik untuk negeri tercinta ini. #2019IndonesiaBersatu #IndahnyaPersatuan

A post shared by Muhammad Alvin Faiz (@alvin_411) on

Nah, tapi tahukah kamu apa itu kanker getah bening, gejala, dan penyebabnya? Dilansir dari Insider, kanker getah bening atau limfoma merupakan kanker pada sistem limfatik. Merupakan bagian dari jaringan yang berfungsi melawan kuman tubuh. Sistem limfatik meliputi kelenjar getah bening, limpa, kelenjar timus, dan sumsum tulang.

 

1Jenis-jenis kanker getah bening

Limfoma Hodgkin. (CANCER)

Kanker getah bening atau limfoma dibagi menjadi 2 jenis. Yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin. Kalau mau tahu bedanya harus melalu pemeriksaan di bawah miroskop. Untuk dilihat jenis sel limfosit yang diserang kanker.

Kalau terdeteksi adanya sel abnormal Reed-Sternberg dalam pemeriksaan, maka masuk dalam kategori limfoma Hodgkin. Sementara limfoma tanpa sel abnormal tersebut termasuk dalam kategori limfoma non-Hodgkin.

Kasus limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dibandingkan limfoma Hodgkin. Diperkirakan hanya sekitar 20 persen dari kasus limfoma yang merupakan jenis Hodgkin.

2Gejala kanker getah bening

Gejala kanker getah bening adanya benjolan di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan. (MEDICAL NEWS TODAY) 

Seperti apa sih gejalanya? Coba deh periksa di bagian leher, ketiak, dan selangkangan. Karena gejala awal yang dialami penderita limfoma adalah adanya benjolan di sekitar area tersebut.

Selain itu, yang kemungkinan dirasakan oleh penderita limfoma atau kanker getah bening yakni demam, berkeringat di malam hari, sering merasa lelah, batuk terus-menerus, dan sakit dada.

Di samping itu penderita penyakit ini juga ditandai perdarahan yang parah seperti mimisan. Sedangkan untuk perempuan mengalami haid dengan volume darah yang sangat banyak, enggak seperti biasanya.

Begitupun juga pada bagian perut. Penderita limfoma biasanya disertai dengan gejala sakit perut dan pembengkakan pada perut.

3Penyebab dan faktor Risiko kanker getah bening

Salah satu faktor risiko kanker getah bening yakni pernah terpapar EBV, viru yang menyebakan demam kelenjar. (MAYO CLINIC)

Terdapat beberapa hal yang dapat meningkatkan seseorang berisiko terkena limfoma Hodgkin. Beberapa di antaranya yakni pernah terpapar virus Epstein-Barr atau EBV. Virus yang menyebabkan demam kelenjar.

Selain itu, keturunan juga menjadi salah satu faktor seseorang berisiko mengalami limfoma. Apabila ada Ayah, Ibu, atau saudara kandung yang pernah kanker limfoma. Maka, kemungkinan besar orang tersebut dapat ngalami kanker yang sama.

Obesitas dan kekebalan tubuh yang lemah juga bisa menjadi penyebab seseorang dapat terserang limfoma. Begitupun juga dengan usia. Sebagian besar limfoma Hodgkin dialami orang orang yang berusia 15-30 tahun dan lansia di atas 55 tahun. Sedangkan risiko limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia. Khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.

Jadi, apabila mengalami gejala-gejala seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebaiknya langsung konsultasikan ke dokter. Ingat, adanya benjolan memang bukan berarti seseorang pasti menderita limfoma. Sebaiknya tetap periksakan sedini mungkin.

 

INSIDER| MAYOCLINIC

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments