hero
(ANTARA)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

10 Januari 2019, 22:21 WIB

KOTA SURABAYA, INDONESIA

Berdasarkan data forensik yang berhasil didapat dari hasil penyelidikan barang bukti berupa 7 ponsel milik dua orang muncikari masing-masing bernama Tantri dan Endang Siska, polisi menemukan fakta yang mengejutkan seputar modus perekrutan artis dan model dalam jaringan prostitusi daring ini. Dari hasil uji labfor forensik digital diketahui, bagaimana para muncikari ini menawarkan pekerjaan sebagai pekerja seks komersial kepada empat puluh lima artis dan model dengan kesepakatan tarif yang bervariasi. Tak hanya itu, sejumlah oknum artis ini juga kerap menawarkan diri untuk masuk dalam jaringan prostitusi yang dikendalikan kedua tersangka ini.

Tersangka muncikari Endang Siska (kanan) dan Tantri (kiri) menceritakan terkait bisnis layanan prostitusi artis secara daring di ruangan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kamis (10/1). (NET/Yudha Wardhana)

"Aku ini sama halnya menyambungkan keinginan mereka tidak lebih dari itu," ujar Tantri, sala seorang tersangka muncikari prostitusi daring di Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Kamis, 10 Januari 2019.

Menurut mereka kebanyakan oknum artis dan model tersebut sukarela menawarkan diri dan memang mau untuk menjadi pekerja seks komersial daring ini dan bukan direkrut oleh tersangka. Masih dari hasil uji forensik digital juga terungkap bahwa ratusan database artis dan model yang terlibat dalam jarigan prostitusi ini ditawarkan oleh kedua tersangka kepada para hidung belang atau calon pelanggan. Bahkan kedua tersangka ini saling melengkapi untuk mencarikan oknum artis yang diinginkan para pelanggan.

Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan saat menyampaikan rilis terkait pengungkapan jaringan prostitusi artis daring di Mapolda Jatim, Kamis (10/1). (NET/Yudha Wardhana)

"Ini yang kami akan dalami dan perkuat data tersebut, apakah data ini disampaikan oleh penyedia komersil, ataukah dari pihak muncikari tersebut dan kami pertanggung jawabkan dan kami sampaikan," tukas Dirkrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan di Mapolda Jatim.

Yusef menambahkan bahwa dari rekening tersangka Endang Siska, polisi mendapati ada aliran dana mencapai dua koma tujuh milyar rupiah dalam setahun, dengan rata-rata pembagian lima belas persen diberikan untuk oknum artis.

YUDHA WARDHANA

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments