Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo secara resmi dilantik sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Rabu pagi. Acara pelantikan turut disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI, Kapolri dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. 

Usai pelantikan, Jokowi menjelaskan alasan dipilihnya Doni Monardo. Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara rawan bencana yang dikeliling oleh cincin api atau ring of fire. Oleh karena itu, diperlukan manajemen yang kuat termasuk kepemimpinan yang kuat di dalamnya. 

Presiden Joko Widodo (tengah) menyalami Letjen TNI Doni Monardo usai melantiknya sebagai Kepala BNPB, di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Kepemimpinan yang mampu mengkonsolidasikan serta mengkoordinasikan pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI, dan Polri, saat ada bencana.“Sehingga memerlukan leadership, sebuah kepemimpinan yang kuat dan saya melihat Pak Letnan Jenderal Doni orangnya,” pungkas Jokowi. 

Beberapa pekerjaan rumah yang dipesankan Presiden Jokowi kepada Kepala BNPB yang baru adalah rekonstruksi wilayah-wilayah yang terdampak bencana. “Saya kita kita ini masih dalam rangka rekonstruksi rehabilitasi di Lombok, di Palu. Kemudian masih kita ada lagi pekerjaan besar di Lampung. Pekerjaan besar dari Pak Doni masih banyak lagi, itu yang saya sampaikan membutuhkan manejemen yang kuat,” lanujut Presiden Jokowi.

Letjen TNI Doni Monardo (kanan) mengucap sumpah saat dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala BNPB, di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA/Puspa Perwitasari)

Selain itu, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya mitigasi mengingat Indonesia adalah negeri yang dikelilingi gunung api. Peringatan dini pun harus diperbaiki agar masyarakat bisa lebih waspada. “BNPB akan menyusun sebuah program, untuk mitigasinya akan kita perluas dan kita kan tingkatkan. Ya mudah-mudahan ini bisa sampai ke tingkat desa bahkan sampai ke tingkat RW,” ujar Doni Monardo.  

Menurut Doni, seluruh komponen harus kita libatkan dalam mitigasi bencana alam. “Kami akan membentuk karena konsep atau program pembelajaran bagi para pelajar bahkan bukan hanya di tingkat sekolah menengah ke atas, sampai TK juga termasuk daerah daerah yang rawan bencana,” ujar Doni. 

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kanan) menyalami Letjen TNI Doni Monardo usai dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1/2019). Letjen Doni Monardo menggantikan Willem Rampangilei. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Beberapa upaya yang akan dilakukan BNPB yaitu melakukan kajian dan riset kebencanaan. Upaya ini pun didukung dengan dilakukannya perubahan kedudukan BNPB yang tadinya di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menjadi di bawah Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Perubahan ini diharapkan bisa memberikan penguatan kepada BNPB sebagai lembaga setingkat menteri yang akan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

ENDA TARIGAN | WILI AZARI

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments