EDITOR : FEBRY ARIFMAWAN

8 Januari 2019, 15:00 WIB

JAWA TIMUR, INDONESIA

Penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur kembali memeriksa tersangka Endang Siska (ES), Selasa siang. Endang merupakan muncikari yang berperan mengkoordinir Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila. 
 
Saat digelandang oleh petugas dari ruang tahanan menuju ruang penyidikan, Endang tak menjawab sedikitpun pertanyaan awak media. Tersangka hanya menunduk sembari menutup wajahnya. Petugas pun langsung membawa Endang ke ruang penyidikan. 

ES, muncikari prostitusi online, sesaat sebelum masuk ruang penyidik Polda Jawa Timur. (NET/Yudha Wardhana) 

Dalam gelar perkara yang telah dilakukan, polisi menyatakan akan menjerat muncikari prostitusi online ini dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). 
 
“Kita melaksanakan gelar, konstruksi hukumnya betul-betul dipastikan Reskrimsus dalam rangka menetapkan pasal 27 ayat 1 dan pasal 45, karena yang kita bidik adalah prostitusi online-nya, yang mana di dalam pasal 506 KUHP yang akan kita kombinasikan, agar ini diterima” ujar Kabidhumas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Frans Barung Mangera.

Kabidhumas Polda Jawa Timur, Kombes Pol. Frans Barung Mangera. (NET/Yudha Wardhana)

Pasal 27 Ayat 1 UU ITE memuat perbuatan yang dilarang. Dalam pasal tersebut setiap orang dilarang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. 

“Tidak ada yang namanya territorial di Jawa Timur, dia mentransmisikan dimana saja dari Jakarta Selatan dan diakses dimana saja, gambar porno gambar asusila yang tak sesuai dengan norma, nah ini yang kita kontruksikan,” ujar Frans.

Vanessa Angel. (INSTAGRAM @vanessaangelofficial)

Ancaman hukuman terhadap pelanggaran terhadap Pasal 27 Ayat 1 UU ITE ini diatur dalam pasal 45. Pasal tersebut berbunyi: Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Sementara itu, Pasal 506 KUHP berbunyi barangsiapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai pencarian, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Vanessa Angel. (INSTAGRAM @vanessaangelofficial)

Terkait sosok pengusaha yang menggunakan jasa layanan prostitusi online ini, Polda Jawa Timur belum menyebutkan secara rinci dan hanya menegaskan bahwa yang bersangkutan telah diperiksa.“Fakta adalah yang kita utarakan, yang jelas bukan kita mensengaja, membuka aib seseorang, tidak sama sekali, kebetulan saja prostitusi online ini melibatkan publik figur,” pungkas Frans.

YUDHA WARDANA

1

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments