hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

7 Januari 2019, 22:43 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Kasus berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara yang tengah bergulir berbuntut panjang. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief yang diwakili tim kuasa hukumnya Irwin Idrus balik melaporkan sejumlah pendukung Jokowi-Ma'ruf ke Gedung Bareskrim Mabes Polri. Sedikitnya lima orang dari kubu pendukung Jokowi-Ma'ruf dilaporkan Andi karena pencemaran nama baik.

Tim Kuasa Hukum Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief, Irwin Idrus berikan keterangan pers kepada awak media di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/1). (NET/Ginanjar Hanggarawan)

"Hari ini Pak Arief sebagai warga negara yang merasa hak konstitusionalnya dirugikan dan dicemarkan nama baiknya itu juga melapor balik kepada pihak-pihak yang dianggap telah melanggar hak-nya itu," ujar Irwin Idrus, Kuasa Hukum Andi Arief di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin, 7 Januari 2019.

Idrus menambahkan lima terlapor yang dilaporkan oleh Wasekjen Partai Demokrat tersebut adalah Kepala Kantor Staf Presiden RI Ali Mochtar Ngabalin, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Arya Sinulingga, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Guntur Romli, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, dan terakhir Direktur Hukum Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Ade Irfan Pulungan. 

Tim Kuasa Hukum Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief menunjukkan surat laporan pencemaran nama baik terhadap kliennya di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat. (NET/Ginanjar Hanggarawan)

Meski tidak hadir di Bareskrim Mabes Polri, Andi Arief diwakili tim kuasa hukumnya membawa barang bukti berupa potongan video komentar dari kelima orang terlapor. "Jadi ada lima terlapor yang sudah dilaporkan balik atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita elektronik berdasarkan undang-undang 310 KUHP dan pasal 27 ayat 3 undang-undang ITE," sambung Irwin Idrus.

Sebelumnya pada hari Kamis, 3 Januari 2019 Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf melaporkan Andi Arief atas dugaan tindak pidana penyebaran berita palsu atau hoaks ke Breskrim Polri. Polemik berita bohong 7 kontainer berisi surat suara tercoblos ini berawal dari cuitan Andi Arief di media sosial Twitter pada hari Rabu, 2 Januari 2019. Setelah dilakukan pemeriksaan olh KPU, ternyata tidak ditemukan apa yang dicuitkan Andi tersebut. Hal inilah yang kemudian memancing komentar dari berbagai pihak termasuk kubu Jokowi-Ma'ruf yang berujung pada pelaporan.

GINANJAR HANGGARAWAN

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments