hero
(Forbes|CNBC)

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

3 Januari 2019, 17:05 WIB

SINGAPURA

Ketika sudah menginjak usia lanjut, banyak orang tua yang memilih untuk beristirahat dan tidak bekerja lagi. Apalagi jika mereka sudah memiliki banyak harta dan hidup dengan sangat berkecukupan. Tapi nampaknya hal ini enggak berlaku buat seorang kakek asal Cina yang bernama Chang Yun Chung.

Dilansir dari laman World of Buzz pada 26 Desember 2018, Chang yang kini telah menginjak usia 100 tahun tetap pergi ke kantor untuk bekerja setiap hari. Chang yang sekarang menetap di Singapura ini adalah pendiri salah satu perusahaan perkapalan Singapura, Pacific International Lines atau yang disingkat PIL. 

PIL sendiri merupakan salah satu dari 20 perusahaan pelayaran teratas dunia dengan 18 ribu karyawan. Dengan keuntungan mencapai USD 1,9 miliar, enggak heran jika Chang menduduki peringkat ke 1.248 sebagai orang terkaya versi Forbes.

(World of Buzz)

Sebagai pendiri dan penasihat PIL, Chang rajin mengunjungi kantor pusat PIL Singapura setiap hari untuk menjalankan perusahaannya dan mengecek setiap departemen yang ada di sana. Selain itu, tujuannya ke kantor setiap hari untuk menjaga hubungan dengan perusahaan yang didirikannya sejak 1967. 

Enggak hanya ingin memastikan perusahaan yang dibangunnya tetap berjalan lancar, kebiasaan Chang ini juga sebagai salah satu cara supaya bisa menjaga pikirannya tetap aktif. 

"Setiap hari, saya menuliskan semua kegiatan saya di buku harian saya, semuanya. Setiap departemen datang menemui saya. Saya tidak bisa tinggal di rumah. (Aku akan) sangat, sangat bosan," ungkap Chang.

Selain bekerja ke kantor, Chang juga rupanya sering mengajak anaknya yang menjabat sebagai pemimpin eksekutif, Teo Siong Seng untuk berkonsultasi. Teo menngungkapkan jika ia berkonsultasi dengan ayahnya dua kali sehari, yaitu saat pagi hari dan setelah makan siang. Konsultasi ini untuk mendapatkan wawasan dan belajar lebih banyak tentang gaya kepemimpinan.

(CNBC)

Salah satu pelajaran penting yang Teo ambil dari ayahnya adalah bagaimana mengelola amarah saat berada di situasi tekanan tinggi. Meski banyak yang menganggap sepele, tapi tapi ilmu itu terbukti penting bagi Teo

"Ketika masih muda, saya lebih pemarah. Saya ingin jadi pemimpin yang tangguh. Tapi ayah mengajari saya satu hal yaitu peribahasa China, 'yi de fu ren'. Artinya jika orang-orang ingin mematuhi Anda bukan karena otoritas, bukan karena kekuatan Anda atau karena Anda galak, tetapi lebih karena integritas Anda, karena kualitas Anda," ujar Teo. 

Kebiasaan yang selalu rutin dilakukan Chang ini membuatnya bahagia meski sudah berusia senja. Ia juga mengingatkan untuk selalu sabar agar bisa mengendalikan diri sendiri. "Jangan pernah kehilangan kesabaran. Saat kamu kehilangan kesabaran, kamu tidak bisa mengendalikan dirimu sendiri." tutupnya kemudian. 

WORLD OF BUZZ | CNBC 

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments