hero

EDITOR : YAYAN SUPRIYANTO

14 Desember 2018, 06:05 WIB

MALAYSIA

Kebanyakan anak-anak yang ingin memiliki handphone, biasanya mereka hanya sekedar meminta kepada orang tuanya. Tapi seorang gadis cilik di Malaysia ini, punya cara yang terbilang unik untuk bisa mendapatkan iPhone idamannya.

Seperti yang dilansir dari laman World Of Buzz pada 11 Desember 2018, gadis yang bernama Yasmin ini harus menadatangani kontrak perjanjian dengan orang tuanya. Yasmine diminta untuk menandatangani kontrak berjudul "Satu Tahun Pinjaman Telepon Terbaru' dengan 12 syarat dan ketentuan.

(World of Buzz)

Diantaranya adalah rajin melakukan salat subuh, rutin mengisi baterai ponsel, tidak membiarkan ponsel sampai mati, tidak pernah menggunakan handphone orang tuanya, tidak membawa handphone ke toilet atau sekolah, dan masih banyak lagi. Nantinya jika Yasmine ketahuan melanggar salah satu aturan ini, iPhone harus dikembalikan kepada ayahnya, Saiful Bahar Mahfudz. 

Melihat kejadian ini, kakak perempuan Yasmin, Farha, membagikan kejadian lucu ini ke Twitter. Ia mengabadikan momen saat adiknya diminta untuk membaca kontrak sebelum menandatanganinya, untuk mendapatkan iPhone-nya.

"Kontrak itu disusun dua kali dan disarankan oleh tiga orang, untuk memastikan bahwa ketentuan itu masuk akal. Saya juga ingin menambahkan, bahwa dia biasanya harus menabung untuk mendapatkan apa pun yang diinginkannya seperti buku dan alat tulis," ujar Farha.

(World of Buzz)

Setelah dibagikan di Twitter, banyak netizen yang mengira jika kontrak ini hanya formalitas saja. Tapi rupanya, hal tersebut dibantah oleh Farha. Pasalnya, Farha sudah mengalami hal yang serupa.

"Berbicara dari pengalaman pribadi, penegakan hukum terjadi dan itu terjadi dengan keras. Mereka mengambil laptop saya selama beberapa bulan setelah melanggar beberapa istilah ketika saya masih remaja,” tambah Farha.

(World of Buzz)

Untuk menghindari komentar-komentar yang memojokkan keluarganya, Farha pun menjelaskan jika orang tua mereka lebih suka membiarkan anak-anak melakukan apa yang mereka inginkan di rumah daripada membiarkan mereka keluar rumah.

"Pola asuh setiap orang tua berbeda, jadi saya harap Anda bisa terbuka tentang hal itu." tutup Farha.

Dengan kejadian ini, publik dan para orang tua bisa mengambil pelajaran untuk mengajarkan anak-anaknya akan nilai tanggung jawab.

WORLD OF BUZZ

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments