hero

EDITOR : DIAN KENCANA DEWI

12 Desember 2018, 08:45 WIB

INDONESIA

Produk makanan yang berkualitas buruk, tak hanya menghasilkan rasa yang buruk, melainkan juga menyebabkan masalah kesehatan. Karena itulah, memilih makanan yang tepat sangatlah penting! Misalnya ketika membeli semangka, pastikan memilih yang tidak disuntik zat kimia pembesar buah. Dampaknya kamu bisa pusing, diare dan muntah-muntah.  Memilih alpukat yang sudah matang atau kematangan, juga ada tips-nya. Cek sederetan tips praktis ini untuk membantu kamu memilih makanan dengan kualitas bagus.

 

1. Telur

Perhatikan posisi telurnya ya. (BRIGHTSIDE)

Gunakan tes sederhana dengan segelar air untuk mengecek kesegaran telur yang dijual. Letakkan telur di dalam segelas air, jika telur tenggelam dan tergeletak di satu sisi, maka telur itu segar. Tapi jika telurnya tenggelam dan berdiri di sudut, kemungkinan sudah disimpan 1-2 minggu. Kalau telurnya mengambang di permukaan, artinya sudah tak layak konsumsi.

Telur yang memiliki betakaroten tinggi warnanya lebih orange. (BRIGHTSIDE)

Satu lagi tips membedakan telur yang dihasilkan peternakan dan telur curah yang ada di toko kelontong. Perhatikan warna kuning telurnya. Telur produksi peternakan  yang ayamnya dipelihara dengan gizi baik, memiliki warna yang lebih gelap dibanding telur yang curah.

2. Alpukat

Cek alpukat kamu sudah matang atau belum? (BRIGHTSIDE)

Ada beberapa cara untuk mengecek apakah alpukat yang kamu pilih sudah enak dimakan. Coba potek batang alpukat, jika mudah dipotek dan terlihat hijau, artinya alpukat sudah matang. Kalau terlihat kecoklatan, artinya alpukat sudah terlalu matang. Kemungkinan kalau kamu belah, akan ada banyak bintik-bintik hitam di daging buah. Kalau masih susah dipotek, artinya alpukat belum matang.

3. Semangka

Cek lagi deh daging semangka yang sudah dibelah. (BRIGHTSIDE)

Kalau kamu membelah semangka dan melihat ada retakan di permukaan dagingnya, mendingan dibuang semangkanya. Karena retakan-retakan itu kemungkinan disebabkan oleh zat kimia yang digunakan petani, untuk membuat semangkanya tumbuh lebih besar. Kalau kamu konsumsi,  tumpukan zat kimia ini bisa menyebabkan masalah kesehatan.

4. Coklat

Apakah coklat kamu benar-benar banyak coklatnya? (BRIGHTSIDE)

Banyak pabrik yang berbohong mengenai berapa banyak kokoa yang dipakai dalam produk coklat batangannya. Nah, untuk mengecek apakah jumlahnya tinggi, coba patahkan coklat tersebut. Jika terdengar suara “klil” yang keras, artinya kandungan kokoa-nya tinggi. Sementara, coklat dengan kandungan kokoa rendah, akan menghasilkan suara yang pelan.

5. Udang

Pilih udang yang masih ada kepalanya. (BRIGHTSIDE)

Kalau kamu ingin mendapatkan udang yang masih segar, pilihlah yang masih memiliki kepala. Udang yang sudah lepas kepalanya, kemungkinan udang beku. Biasanya udang dikirim beku dan tanpa kepala, karena kepala udang mengandung banyak lemak. Kalau disimpan terlalu lama, bisa merusak tekstur udang.  Udang yang bagus kualitasnya juga memiliki aroma laut, serta mata dan kaki yang masih menempel erat.

6. Pisang

Pisang yang banyak bintik hitamnya jangan dibuang, ya. (BRIGHTSIDE)

Pisang yang dijual di pasaran, kebanyakan produk pertanian yang menggunakan pupuk buatan, insektisida dan herbisida. Buah pisang yang baik adalah yang tumbuh natural, dan biasanya diberi label organik. Produk organik ini lebih mudah berubah warna kecoklatan kulitnya. Ketika memilih pisang, hindari yang berwarna keabu-abuan! Pisang ini biasanya kurang enak dan biasanya dipetik sebelum matang. Pilih yang warnanya kuning terang. Tak perlu menghindari pisang yang punya bintik hitam di kulitnya, karena justru inilah pisang yang sudah matang dan memiliki aroma sedap!

BRIGHTSIDE

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments