hero
(NET)

EDITOR : ALBERT WILLIANCOEN

11 Desember 2018, 16:55 WIB

DKI JAKARTA, INDONESIA

Dalam pidatonya pada acara Temu Relawan Bravo-5 di Hotel Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara, calon presiden nomor urut satu Joko Widodo menyindir isu kriminalisasi ulama yang kerap menyerang dirinya, selain isu Jokowi antek asing, dan isu Jokowi PKI. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini heran dengan isu kriminalisasi ulama yang masih saja digunakan lawan politiknya, padahal calon wakil presiden yang diusung Jokowi, KH Ma'ruf Amin adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia. 

Calon presiden nomor urut satu, Joko Widodo dalam pidato dihadapan relawan Bravo5 di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12). (NET/Irez Anggraini)

"Kriminalisasi ulama? lha ini tiap hari ketemu ulama ke pondok ya ketemu ulama ketemu para kyai tapi isunya yang seperti ini," ujar calon presiden nomor urut satu Joko Widodo di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Senin, 10 Desember 2018.

Menurut mantan Walikota Solo, masyarakat berstatus sama dimata hukum, baik itu Gubernur maupun Menteri ataupun anggota DPR. Ketika ada ulama yang terjerat hukum, dirinya langsung disebut sedang melakukan kriminalisasi terhadap ulama, padahal ulama tersebut memang sedang menghadapi kasus hukum, bukan dikriminaliasasi. Tidak logis bila hal seperti krimalisasi ulama ini diangkat terus menerus. 

Silahturahmi dan Temu relawan Bravo5 di Putri Duyung Cottage, Ancol, Jakarta Utara, Senin (10/12). (NET/Irez Anggraini)

"(efeknya) Rakyat yang dibawah yang informasinya gak lengkap bisa percaya itu sebagai sebuah kebenaran, ini yang bahaya," sambung Jokowi. Untuk itu Jokowi meminta relawan Bravo-5 untuk membantu menepis isu-isu tidak benar yang ditujukan pada dirinya dan KH Ma'ruf Amin.

Belakangan ini, Jokowi dituding melakukan kriminalisasi ulama setelah pihak kepolisian menjerat pimpinan FPI, Rizieq Shihab dengan beberapa kasus hukum salah satunya adalah penetapan tersangka dugaan konten pornografi. Tudingan kriminalisasi kembali naik saat polisi menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka dugaan diskriminasi ras dan etnis terkait ceramahnya, serta menghina Presiden Joko Widodo.

TIFFANY ALHAMID | IREZ ANGGRAINI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments