EDITOR : FIRZA ARIFIEN

7 Desember 2018, 07:00 WIB

AMERIKA SERIKAT

Setelah sukses memproduseri film trilogi 'Lord of the Rings' dan 'King Kong', Peter Jackson kembali menghadirkan film 'Mortal Engines' yang membuai imajinasi. Berlatar dunia pascaperang hebat yang hancur lebur dan tandus, Peter mengadaptasi cerita novel Mortal Engines menjadi sebuah visualisasi yang memanjakan mata.

Film bercerita tentang kehidupan tiga ribu tahun setelah perang enam puluh menit, yang meluluhlantakan permukaan bumi. Untuk bisa bertahan, sebuah kota harus berpindah dan menghancurkan kota lain.

Robert Sheehan dan Hera Hilmar dalam film 'Mortal Engines' (2018). (IMDB)

Cerita dimulai dengan aksi perburuan London, sebuah kota besar mengejar kota penambang kecil, Salthook. Setelah tertangkap, kota Salthook dihancurkan untuk bahan bakar dan penduduknya harus bekerja di kota London.

Tapi, Hester Shaw (Hera Hilmar), penduduk kota Salthook punya niat lain, yaitu membunuh pimpinan Arkeologis London, Thaddeus Valentine (Hugo Weaving). Tapi, rencananya berantakan karena aksi penduduk London Tom Natsworthy (Robert Sheehan). Hester harus kabur keluar dari kota.

Hugo Weaving dalam film 'Mortal Engines' (2018). (IMDB)

Sedangkan Tom, yang mengetahui rahasia gelap Thaddeus terpaksa menerima kenyataan buruk dilempar keluar kota, setelah tahu pimpinannya tak sebaik citra yang ditampilkan.

Tom Natsworthy dan Hester Shaw harus bertualang melintasi daratan tandus, bertemu para Pemburu dan menjadi budak belian untuk bisa selamat. Kehadiran penerbang sekaligus buronan kota London, Anna Fang (Jihae) dan kemunculan monster masa lalu Hester, Shrike (Stephen Lang) membuat petualangan mereka menjadi sangat berbahaya.

Di sisi lain, hasrat Thaddeus Valentine menguasai teknologi senjata pemusnah massal, MEDUSA dengan mengumpulkan teknologi lama diketahui oleh sang anak, Katherine Valentine (Leila George). Bersama Bevis Pod (Ronan Raftery), mereka berusaha menghentikan usaha Thaddeus mengaktifkan MEDUSA.

Robert Sheehan, Hera Hilmar, dan Leifur Sigurdarson dalam film 'Mortal Engines' (2018). (IMDB)

Mortal Engines mampu memaksimalkan penggunaan visual effect dalam setiap frame-nya. Detil kota pemangsa berukuran dewasa, lengkap dengan simbol kota London, seperti box telepon umum merah dan stasiun bawah tanah Tottenham hadir dengan nuansa steampunk atau desain industrial abad 19.

Karakter Hugo Weaving sebagai Thaddeus Valentine  yang ambisius dan rela melakukan segala hal untuk mencapai tujuan menjadi daya tarik tersendiri. Apalagi dalam cerita ini ia juga dipuja warga kota berkat berbagai penemuannya.

Jihae dalam film 'Mortal Engines' (2018). (IMDB)

Pertempuran epik khas Peter Jackson masih tetap tersaji, walaupun tak semegah LOTR dan King Kong. Visualnya luar biasa, tapi terasa biasa karena konflik yang datar antar pemeran. Sepertinya pengembangan karakter di film ini memang sengaja dibuat tidak begitu fokus agar bisa menggaet penonton di sekuel lanjutannya.

Film ini bisa jadi tontonan di akhir pekan. Termasuk untuk remaja, karena batasan umur film ini hanya PG-13 atau 13 tahun ke atas. 'Mortal Engines' tayang di Indonesia mulai 5 Desember 2018, seminggu lebih cepat dari Amerika Serikat.

MUHAMMAD PRAJANJI

0

share
X

Report Comment

You must login to report comment

<% totalComment() %>
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments
No Comment Yet
<% comment.user.name %>
  • reply
  • <% child.user.name %>
    View More Comments
View More Comments